Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lotim H Ahmat. FOTO SUPARDI/GERBANGINDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Dikbud) Lotim untuk membuat peraturan terkait pernikahan dini di semua sekolah. Tujuannya, untuk menekan angka pernikahan dini yang terjadi, khususnya di Kabupaten Lombok Timur.

Kepala DP3AKB Lotim, H Ahmat menyampaikan, untuk menekan angka pernikahan dini di Lotim, tidak bisa hanya mengandalkan perturan Desa (Perdes) saja, namun peraturan di semua sekolah perlu dibentuk. Sebab kebanyakan anak yang menikah dini tersebut anak yang masih sekolah.

“Jadi kalau Perdes aja yang mengatur, terus tidak ada peraturan dan sanksi dari sekolah yang sama dengan Perdes itu. Sama artinya bohong juga kan?” beber H Ahmat saat ditemui di ruangannya, Kamis (10/6).

Kata dia, sanksi yang diterapkan di sekolah saat ini dinilai belum efektif mencegah pernikahan dini bagi anak sekolah. Sebab sanksi yang diberikan tersebut dianggap terlalu ringan.

Dirinya juga menyebutkan, tingginya angka putus sekolah di Lotim sebagian besar disebabkan oleh banyaknya pernikahan dini yang terjadi. Bukan semata-mata karena faktor ekonomi.

“Cobak kita lihat, rata-rata putus sekolah itu karena dia nikah. Bukan karena ekonomi. Baru mau lulus SMP, eh sudah pada nikah,” ketusnya.

Selain berdampak pada putus sekolah, pernikahan dini juga berdampak pada kemiskinan juga tingginya angka kematian ibu dan bayi. Namun kata Ahmad, dampak yang paling nampak dari perbikahan dini ialah putus sekolah.

“Putus sekolah yang kelihatan sekali, begitu dia SMP kemudian dia nikah. Sudah jelas itu akan putus sekolah, karena tidak ada sekolah yang disiapkan untuk orang-orang seperti itu (anak yang menikah dini, Red),” imbuhnya.

Pihak DP3AKB juga sudah bekerjasama dengan Pengadilan Agama (PA) Selong untuk, menekan angka pernikahan dini. Dimana PA diharpakan bisa seltif betul dalam memberikan dispensasi pernikahan kepada anak usia dini. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here