
GerbangIndonesia, Mataram – Calon Kepala Desa (Cakades) Kedaro, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat Nomor urut 2, HM Zainul Hasan Akbar bersilaturahim sekaligus konsolidasi bersama Praja Niki Hindu, Lombok Barat, Jumat malam (2/7). Silaturahmi yang digelar di kediaman Bapak Gede Wenten di lingkungan Pamotan Mayura Cakranegara tersebut dihadiri Pembina Praja Niki NTB Gede Wenten didampingi Ketua Praja Niki Hindu Lombok Barat Made Diata, Penasihat Hukum HM Yames WP SH dan Ketua Timses Muksin dan rombongan.
Dalam pertemuan santai dan kekeluargaan itu, H Kasam sapaan akrabnya Cakades menyampaikan niat tulus dengan melakukan silaturahmi. Didasari prinsip kebinekaan terhadap masyarakat di wilayah Desa Kedaro, terutama Umat Hindu yang mempunyai hak pilih yakni kurang lebih 705 pemilih yang tergabung dalam enam banjar.
“Tidak ada perbedaan dalam keluarga saya dan saudara-saudara kami dari Umat Hindu selama ini. Namun untuk memperkuat dukungan tentu tidak cukup di tataran tokoh yang ada di Desa Kedaro saja, sesuai tardisi dalam Umat Hindu tentu ada pengurus Parisada yang di atasnya,” ujarnya.
“Kebersamaan saya dengan saudara saudara kita yang beragama Hindu sudah terjalin baik sejak saya masih remaja dan terjalin lebih dekat sejak saya menjabat Kadus dua periode dan saat saya menjadi karteker Kades Kedaro beberapa tahun lalu,” tambahnya.
Dalam pertemuan santai tersebut, H Kasam menyampaikan soal kondusifitas di wilayahnya serta keharmonisan di tatanan sosial masyarakat Desa Kedaro. Pasalnya, kata H Kasam, belakangan ini muncul banyak tekanan politik yang berdampak terhadap retaknya jalinan persatuan yang sudah terjalin baik selama ini dan kesatuan sedikit terkoyak di tengah masyarakat. Sebab debfab adanya perhelatan Pilkades, tentu hal ini kita harus bisa jaga secara Bersama-sama dan tidak boleh berlanjut.
“Banyak sekali tekanan politik yang terjadi terutama memasuki masa kampanye. Saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali, supaya kondusifitas tetap dijaga dipertahankan demi Desa Kedaro yang bermartabat. Kita bertarung secara fairplay tanpa adanaya kampanye hitam. Siapapun yang terpilih nantinya, itu merupakan kemenangan masyarakat Kedaro secara utuh,” harapnya.
Bak gayung bersambut, niat tulus H Kasam mendapat respons positif dan dukungan penuh Pembina Praja Niki Hindu, Gede Wenten. Pria yang sudah malang melintang di dunia politik dan pernah duduk sebagai legislator di DPRD Kota Mataram dan dunia usaha perhotelan itu, memberikan apresiasi atas langkah Cakades Kedaro dalam merangkul pemilih dari kalangan Umat Hindu yang ada di Desa Kedaro.
“Saya optimistis suara Umat Hindu di Desa Kedaro akan mengarah ke paslon nomor urut 02 yakni H Zainul Hasan Akbar alias H Kasam. Kami sudah melakukan penjajakan ke lapangan selama dua bulan terakhir secara massif dalam rangka melihat rekam jejak ke empat Paslon yang akan bertarung 12 Juli nanti. Semua calon merupakan putra terbaik saat ini di Desa Kedaro, namun tentu kami Umat Hindu akan menjatuhkan pilihan kepada sosok cakades yang punya kompentensi dan kepedulian tinggi terhadap seluruh lapisan masayarakat di 12 Dusun yang ada di Desa Kedaro,” ujarnya.
“Dari hasil penjajakan lapangan, kami Umat Hindu menilai paslon nomor 02 inilah yang akan didukung secara penuh. Dengan pengalaman dan rekam jejak H Kasam, kami Umat Hindu yakin Desa Kedaro akan sertingkat lebih maju dari sebelumnya ketika dipimpin oleh orang yang pas, yakni H Kasam”,” tambahnya penuh semangat.
Masyarakat khususnya Umat Hindu di Desa Kedaro kata dia, menginginkan pemimpin berjiwa sosial dan mempunyai kepedulian yang tinggi, tanpa melihat status sosial, agama, serta ras. Contoh nyata bisa dilihat Pak Gubernur Zulkieflimansyah. Saat ada undangan acara Umat Hindu, beliau tetap menyempatkan diri untuk memenuhi undangan tersebut.
“Memang sepele, namun kepedulian dan kebersamaan sangat perlu di tengah keberagaman,” tegasnya.
“Saya mengingatkan Cakades agar komitmen dan konsisten sekaligus responsif menuntaskan setiap permasalahan yang terjadi dalam masyarakat dengan cara musyawarah mufakat dalam mengambil keputusan. Jika terpilih nanti, jangan pernah putus mengunjungi dusun dusun yang ada, tampung keluhan masyarakat. Terlebih di era pandemi ini, masyarakat butuh perhatian pemimpinnya, jangan hanya disaat kampanye kita rela melakukan apa saja demi mendulang suara, namun saya yakin H Kasam akan melakukan itu semua jika terpilih nanti,” papar Wenten sembari menatap H Kasam dengan penuh harapan.
Sementara Ketua Praja Niki Hindu Lombok Barat, Made Diata, SH berpesan agar Cakades tidak tersulut tekanan politik dari sejumlah pihak. Sebab hal seperti itu menunjukkan ketidakmampuan oknum tertentu dalam bertarung pada kontestasi Pilkades.
“Jalani saja seperti air mengalir. Jual program yang sesuai dengan animo masyarakat saat ini dan tidak perlu banyak memberikan harapan palsu tanpa bukti,” ujar Made Diata.
“Pesan saya, lanjut Made Diata, pergunakan lah politik merangkul dan jangan memukul, ciptakan suasana happy dan damai dalam masyarakat, pemilih di Desa Kedaro. Saya yakin sangat cerdas termasuk Umat Hindu sudah terbiasa dengan beragam tekanan dari oknum tertentu. Nanti 12 Juni, H Kasam harus bisa merebut emas, bukan perak. Apalagi perunggu. Kesempatan terbaik itu hanya sekali datangnya, jadi manfaatkan momentum ini untuk bisa meraih simpati pemilih. Jangan pernah lakukan kampanye hitam, karena senjata akan makan tuan nantinya,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenang Cakades, Muksin mengatakan, pihaknya kini tengah berupaya memperkuat basis suara melalui sejumlah agenda pertemuan terbatas dan silaturahmi darike rumah rumah calon pemilih agar tidak menimbulkan kerumunan massa.
Tidak hanya itu, para tim sukses ini akan bergerak menyisir dusun yang telah diklaim sebagai basis suara calon tertentu untuk melakukan konsolidasi dan pemahaman visi misi.
“Kami menawarkan program yang sesuai dengan kondisi dan kepentingan serta harapan masyarakat Kedaro. Kami tadak mau mengumbar janji yang tidak pasti, namun kami selalu menawarkan program visi-misi 6 tahun ke depan,” papar Muksin. (abi)
Editor: Lalu Habib Fadli






