GerbangIndonesia, Lotim – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah menyiagakan 590 Bed Occupancy Rate (BOR) atau tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19 di Lotim. Hal ini diakui
Sekretaris Daerah Lotim, HM Juaini Taufiq.
“Tempat tidur kita baru terisi sekitar 18,4 persen, keadaan BOR kita masih normal,” terang Juaini saat ditemui di kantor Bupati Lotim, Senin (9/8).
Kata Juaini, saat ini Pemkab Lotim tidak hanya menjadikan fasilitas kesehatan sebagai tempat perawatan Covid-19 di Lotim, akan tetapi juga menjadikan fasilitas publik sebagi tempat perawatan Covid-19.
“Sekarang BLK Internasional Lotim juga sudah kita dijadikan sebagai tempat perawatan Covid-19. Rusunawa Kayangan juga kita siapkan sebagai tempat isolasi dan RSI Namira juga, yang sebelumnya tidak pernah kita gunakan,” katanya.
Adapun jumlah kamar tidur yang telah disiapkan di RSUD R Soedjono Selong sebanyak 150 GOR, RSUD Labuhan Haji 75 kamar, Namira 15 GOR, RS Patuh Karya Keruak sebanyak 50 BOR, Rusunawa 200 dan BLK Internasional Lotim sebanyak 100 BOR atau kamar tidur.
Lebih lanjut Juaini mengatakan, yang menjadi kebutuhan utama Lotim ialah masalah oksigen. Dimana kebutuhan oksigen Lotim mencapai 1,5 ton perharinya, dibandingkan kebutuhan pada hari sebelumnya dalam keadaan normal sebanyak 10 ton perbulan.
“Terjadi peningkatan empat kali lipat,” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli








