Sejumlah warga saat mendatangi Kantor Desa Lekor, Senin (16/8). FOTO INDRA/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Loteng – Ratusan warga Desa Lekor yang tergabung dalam Aliansi Lekor Bersatu (ALI BATU) kembali mendatangi kantor desa, Senin (16/8/2021). Kedatangan mereka guna melakukan aksi, menolak Pjs kepala desa yang akan tetap dijabat oleh pejabat yang berasa dari luar Desa Lekor.

Baca Juga: Superbike Syaratkan 50 Persen Warga NTB Divaksin

Aksi ini adalah aksi lanjutan setelah sebelumnya pada Rabu (5/8/2021). Namun aksi sebelumnya hanya dalam bentuk hearing.

Sama seperti saat hearing yang lalu, pada aksi demo ini, warga kembali menyampaikan penolakannya terhadap Lalu Suare (warga Desa Saba) untuk menjabat menjadi Pjs Kepala Desa Lekor.

Salah seorang tokoh ALI BATU, M Khairudin menyampaikan bahwa pengusulan dan penetapan calon Pjs yang dilakukan oleh BPD dan Pemdes adalah cacat hukum dan tidak sesuai dengan undang-undang.

Ia juga menyampaikan, selain cacat hukum, penetapan dan pengusulan Pjs kepala desa mengeyampingkan putra-putra terbaik Lekor yang sudah susah payah disekolahkan oleh orang tuanya hingga menjadi sarjana. Bahkan tidak sedikit mereka sudah memenuhi persyaratan menjadi Pjs, namun tidak diangkat membangun desanya.

“Penetapan dan pengusulan Pjs ini jelas cacat hukum dan tidak sesuai undang-undang, karena ada prosedur dan mekanisme yang tidak dilakukan. Selain itu, ini berarti juga megenyampingkan putra-putra Lekor yang secara persyaratan sudah terpenuhi namun tidak diutamakan untuk membangun desanya” tegasnya.

Tokoh ALI BATU lainnya, M Syaifudin Zuhri dalam orasinya menyampaikan tantangan kepada BPD dan Sekdes agar memperlihatkan bukti rapat dan tandatangan 26 kadus yang selama ini diklaim oleh BPD menyetujui Lalu Suare menjadi Pjs.

“Mana bukti rapat dan tanda tangan 26 kadus yang selama ini katanya menjadi dasar pengajuan Lalu Suare menjadi Pjs?” tantangnya.

Tidak hanya BPD dan Sekdes, Syaifudin juga menantang para kadus-kadus tersebut untuk bersaksi dan bersumpah kalau sekiranya pernah di minta tandatangan untuk persetujuan Lalu Suare menjadi Pjs.

“Kalau tidak ada yang berani, berarti benar dugaan kita selama ini bahwa tandatangan tersebut direkayasa,” gumamnya.

Baca Juga: Pengaspalan Rampung, NTB Wujudkan Sirkuit Internasional

Sementara itu, Ketua ALI BATU, Salbi dalam keterangan singkatnya kepada awak media menyampaaikan bahwa aksi demo ini akan kembali digelar jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

“Besok Rabu akan ada mediasi di kantor camat. Tuntutan kami tetap sama. Jika tidak terpenuhi, maka kami akan menggelar aksi demo yang lebih besar lagi,” ancamnya. (abi)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here