
Wabah Covid-19 berdampak besar bagi kalangan rakyat kecil. Seperti yang dirasakan Mustahip, seorang penjual kacang dan jajanan keliling yang kini hidup susah karena bingung mencari pelanggan.
LALU HABIB FADLI, MATARAM
PULUHAN kilometer ia lalui setiap hari. Mencari pusat-pusat keramaian, berharap ada yang membeli dagangannya.
Kakek 60 tahun itu mengaku dagangannya kini sepi pembeli akibat wabah virus Corona.
Hal itu pun membuatnya bersedih, karena tidak ada pekerjaan lainnya untuk memenuhi kebutuhannya setiap hari.
Baca Juga: Umi Rohmi Yakinkan Ibu Hamil dan Menyusui Boleh Divaksin
“Sekarang sedikit yang belanja. Modal aja Rp 125 ribu, sampai sore palingan dapat Rp 150 ribu?” kata Mustahip saat ditemui Lingkungan Karang Bedil, Kota Mataram (24/8).
Bapak anak lima itu bahkan nampak berurai air mata menceritakan kesulitan hidup yang dialami.
“Saya berjualan begini sudah 10 tahunan. Jalan kali setiap hari 10 kilometer lebih,” ulasnya.
Baca Juga: Masyarakat Diminta Siap Hidup Berdampingan dengan Virus Corona
Kesedihan pria parobaya asal Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat itupun sedikit terobati setelah GerbangIndonesia.co.id memberikan bantuan makanan. Dia teramat bersyukur dan mengucap terima kasih ketika mendapat pemberian tersebut. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli







