Gubernur Dr. H Zulkieflimansyah saat menghadiri Kegiatan Panen Padi SRI-Jarwo di Dusun Dasan Baru Tojong-Ojong, Desa Selebung, Kecamatan Batukliang beberapa waktu lalu. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lombok Barat – Kementerian Perindustrian RI dan Majelis Ulama Indonesia merencanakan membangun Kawasan Industri Halal (KIH) dengan pengelolaan Gerbang Esa (Gerakan Membangun Ekonomi Indonesia).

Baca Juga: Viral Video Pasangan Gancet Menangis Minta Tolong, Ustad Sampai Turun Tangan

Gubernur Dr Zulkieflimansyah mengatakan, potensi pasar muslim,  mayoritas  penduduk dan program unggulan industrialisasi NTB diharapkan benar benar terwujud.

“Pastikan benar benar berjalan dan berbeda dari kawasan industri yang ada”, ujar Gubernur di Hotel Jayakarta, Senggigi, Lombok Barat (Lobar), Rabu (8/9).

Seperti dikatakan Ignatius Warsito, Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian selain menyongsong peluang dalam pasar ekonomi Muslim global, NTB juga memiliki industrialisasi yang dapat mendukung wilayah Timur Indonesia.

Rencananya KIH akan dibangun di Lemer, Sekotong, Lobar atau di Tumpak, Loteng dengan anggaran 500 miliar mulai tahun depan dalam  tiga tahap perencanaan.

“Setelah proses pendalaman struktur industri untuk menemukan produk apalagi yang dapat didukung oleh industri permesinan kita baru kemudian kawasan dibangun 2022 sampai 2023,” jelas Nuryanti, Kepala Dinas Perindustrian NTB.

Sementara itu, perwakilan MUI KH Nuruzzaman menjelaskan, kawasan industri ini jelas akan dikelola secara syariah dengan pembiayaan yang bersumber dari lembaga dana masyarakat. Begitupula sentra industri pendukung yang akan dibangun berbasis mesjid dengan skema ekonomi modern seperti penggunaan big data dan   platform digital trade.

“Teknologi dan sumberdaya nya akan disediakan oleh MUI. Ini momentum untuk menyelamatkan ekonomi umat karena pandemi dan praktek kapitalisme global,” sebut Nuruzzaman.

Gerbang Esa sendiri adalah gerakan kebangkitan ekonomi yang benar benar menerapkan konsep Islam yang dapat diterima oleh semua orang karena tidak menindas seperti kapitalisme yang hanya menguntungkan pemilik modal.

Baca Juga: Penyebab Pasangan Gancet saat Hubungan Intim

“Syaratnya kita harus mau berubah dulu dan berkomitmen agar berkah sesuai petunjuk (protokol) syariah yang benar,” pungkasnya. (jm)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here