Suratni saat melayani pelanggan, akhir pekan lalu. FOTO LALU HABIB FADLI/GERBANG INDONESIA

Pedagang jamu tradisional di Kota Mataram ini mengaku dagangannya laris selama pandemi. Banyak pembeli memburu minuman alami dari rempah ini. Berikut ulasannya.

LALU HABIB FADLI, MATARAM

BETISNYA cukup kekar. Ya, begitulah yang nampak bagi Suratni, salah satu penjual jamu keliling asal Punia, Kota Mataram ini. Sejak tahun 1989, dirinya sudah hijrah ke Lombok dari tanah kelahirannya, Solo Jawa Tengah.

Baca Juga: Menko Airlangga: Provinsi NTB Terbaik Dalam Penyaluran BTPKLW

Sejak menginjakkan kakinya di Pulau Seribu Masjid ini, wanita paro baya itu sudah menentukan tujuannya. Yakni menjual jamu keliling. Resep jamu yang dijajakan ibu tiga anak itu diwarisi dari sang ibu.

Ada beberapa ramuan jamu tradisional yang diraciknya. Mulai dari kunyit sambiloto, sirih merah hingga temulawak.

“Yang tiga ini memang cukup laris. Khasiatnya dipercaya menambah imun, karena menambah kebugaran juga kan?” cetusnya saat ditemui GerbangIndonesia di kawasam Lingkar Selatan Kota Mataram, akhir pekan lalu.

Setiap hari Suratni berangkat dari rumahnya di kawasan Punia sejak pukul 06.00 Wita. Biasanya ia berjualan hingga pukul 15.00 Wita. Ia mengayuh sepedanya sejauh puluhan kilometer setiap hari. Ia juga kerap memasuki setiap gang perumahan.

“Lelah sih pasti. Tapi kalau laris, ndak ada rasa lelahnya,” katanya sembari melepas senyum.

Seporsi jamu tradisional disajikan dengan gelas kecil. Harganya cukup murah, mulai Rp 3 ribu sampai Rp 5 ribu.

Suratni mengulas, saat awal pandemi masuk Indonesia, ia sempat libur berjualan. Sebab saat itu, sebagian besar pelanggan memilih berhemat sehingga penghasilannya pun turun drastis. Namun beberapa bulan kemudian, muncul berita bahwa jamu bisa melawan virus Corona, saat itulah jamu mulai menjadi incaran.

Baca Juga: Test Drive Sirkuit Mandalika, Menko Airlangga: Luar Biasa, Sangat Indah!

“Alhamdulillah sampai saat ini masih cukup larislah. Yang penting jangan menyerah dan selalu bersyukur,” tuturnya. (*)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here