Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, Ahmad Dewanto Hadi. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Sejumlah sekolah di Lombok timur, baik jenjang SD dan SMP hingga saat ini masih kekurangan kepala sekolah. Bahkan saat ini setidaknya sebanyak 20 lebih kepala sekolah sedang di Plt-kan. Selain itu, pada tahun ini bayak kepala sekolah juga akan pension, sehingga menyebabkan semakin banyak jabatan kepala sekolah yang mengalami lowong.

Baca Juga: Logisik WSBK Berdatangan, Polres Lobar Standby di Pelabuhan

“Ini menjadi PR besar kita. Sementara kita hanya mampu men-Diklatkan calon kepala sekolah itu baru hanya 35 orang, karena porsi anggaran kita cukup sampai di situ,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, Ahmad Dewanto Hadi saat ditemui di Kantor Bupati Lotim, Senin (18/10).

Kata dia, untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah tersebut, pihaknya sudah diberikan solusi oleh pemerintah pusat dengan menggunakan guru penggerak untuk mengisi jabatan kepala sekolah. Namun pihaknya masih menunggu regulasi.

Dijelaskan Dewanto, syarat untuk menjadi kepala sekolah sebenarnya tidak terlalau berat. Hanya saja banyak yang belum memenui syarat menjadi kepala sekolah. Seperti Diklat Calon Kepala sekolah (Cakep) dan penguatan.

“Kalau dulu kan syaratnya hanya pangkat, minimal 3C. Nah kalau sekarang tidak bisa hanya mengandalkan pangkat saja, sebelum Diklat Cakep atau belum penguatan tidak boleh duduk menjadi kepala sekolah. Jadi belum ada SDM yang memenuhi,” bebernya.

Baca Juga: Test Drive Sirkuit Mandalika, Menko Airlangga: Luar Biasa, Sangat Indah!

Di satu sisi kata Dewanto, meski jabatan kepala sekolah banyak yang kosong, namun tidak mengganggu proses belajar mengajar dan sebagainya. Sebab, pihaknya sudah mem-Plt-kan kepala sekolah tersebut dengan mengangkat guru yang sudah senior di sekolah masing-masing. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here