GerbangIndonesia, Lotim – Level PPKM Kabupaten Lombok Timur, saat ini kembali naik menjadi Level tiga. Dimana sebelumnya level PPKM Lotim berada pada level satu.
Sekretaris Daerah Lotim, HM Juaini Taufiq mengatakan, kenaikan level tersebut dikarenakan bertambahnya indikator penilaian. Dimana sebelumnya hanya dua indikator penentu yakni transmisi lokal dan respon kapasitas. Akan tetapi, level tersebut berubah dikarenakan sejak satu bulan terakhir indikator tersebut ditambah dengan capain vaksinasi.
“Artinya sekarang indikatornya ada tiga, untuk indikator pertama dan kedua, kita sudah memadai semua, kalau dulu kita kan di level satu,” terang Juaini Kepada wartawan saat ditemui di Selong, Selasa (2/11).
Baca Juga: Soal Calon Sekwil NasDem NTB, TGH Fauzan: Santai, Jangan Tegang!
Saat inu indikator capaian vaksinasi sangat menentukan tingkat level. Kata dia, untuk bisa kembali menduduki level satu, capain vaksinasi pada dosis pertama harus mencapai 50 persen kemudian vaksinasi Lansia harus di atas 60 persen.
Sedangkan untuk mencapai level dua, capaian vaksinasi dosis pertama harus 50 persen dan capaian vaksinasi Lansia di atas 40 persen. Kata dia, untuk capain vaksinasi dosis pertama di Lotim sebenarnya sudah memadai. Sebab, capaian vaksinasi dosis pertama di Lotim sudah mencapai 61,78 persen.
“Kalau dosis pertama kita sudah memadai, hanya saja kekurangan kita itu divaksinasi lansia. Kita baru 34,6 persen, masih ada sekitar 6 persen lagi yang harus kita genjot,” kata Juaini.
Kata dia, untuk mengembalikan level Lotim ke level satu, Pemkab Lotim akan menggenjot capaian vaksinasi terhadap Lansia dengan melakukan vaksinasi secara door to door ke rumah-rumah.
Selain itu, vaksinasi dosis satu nantinya akan diprioritaskan untuk lansia dengan cara memanfaatkan posyandu keluarga. Sebab, pelayanan posyandu kelurga tidak hanya pelayanan untuk ibu hamil, bayi dan anak, namun juga pelayanan untuk lansia.
Baca Juga: Gelaran Superbike Kado Terindah HUT TNI ke-76
“Lansia-lansia ini kan sudah dilayani di posyandu keluarga, yang jadi kendalanya kan hanya tim vaksinator saja, jadi petugas vaksinator kita harus ada di setiap posyandu keluarga. Itu strategi kita untuk bisa masuk di level dua bahkan level satu,” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







