
GerbangIndonesia, Mataram – Berbagai persoalan dialami penyelangara event di saat pandemi Covid-19. Terlebih bagi penyelenggara event di daerah. Dari itu, Kemenparekraf RI berkeliling ke daerah-daerah guna menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (CHSE).
Baca Juga: Pengurus DPW Partai NasDem NTB Dilantik, Waketum: NasDem Partai Pemenang di NTB
Sub Koordinator Strategi Event Daerah, Kemenparekraf RI, Vicky Apriansyah menjelaskan, pihaknya memproduksi buku panduan CHSE untuk diterapkan kepada semua hotel, restoran maupun penyelenggara event, khususnya di daerah. Diharapkan, melalui penerapan panduan CHSE tersebut bisa mendongkrak kunjungan wisatawan, namun tidak menyalahi aturan protokol kesehatan yang berlaku.
Diluncurkannya buku panduan CHSE bagi penyelenggara event di masa pandemi kata Vicky, sebagai upaya perbaikan dunia pariwisata. Terutama untuk memulihkan ekonomi masyarakat.
“Buku panduan kita saat akan membuat event. SOP ini menjadi keharusan yang diikuti penyelenggara event,” jelas Vicky dalam acara Cerita Protokol CHSE Event (Cerpen), di Hotel Sheraton Senggigi, Kamis (11/11/2021).
Vicky menjelaskan, CHSE ini memberikan sertifikat kepada para pelaku pariwisata. Selain itu juga destinasi pariwisata, dan produk pariwisata lainnya.
“CHSE ini sebagai jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. Di sana juga tertera jelas aturan bagi hotel, restoran maupun penyelenggara event di daerah,” jelas dia.
Sementara Chief Executive Officer Gudang Maha Karya Indonesia, Lalu Chandra Yudistira mengaku, selama pandemi ini dirinya merasa sangat berbeda. Sebab biasanya, selama menggelar event, tentunya yang menjadi target utama adalah jumlah penonton atau berapa tiket yang terjual.
“Apapun event yang kita adakan, tentu pokoknya adalah berapa massa yang hadir. Atau berapa tiket yang terjual.
Tapi kali ini justru kita batasi pengunjung,” keluhnya.
Namun dengan adanya buku panduan CHSE ini, dia berharap adanya perubahan yang ditawarkan Kemenparekraf RI. Sehingga event-event di daerah, khususnya NTB bisa kembali semarak namun tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Jelang WSBK pekan depan, kita juga ada atraksi budaya dan expo UMKM. Kolaborasi Pemprov, BPPB dan sejumlah pendukung lainnya. Kita berharap pariwisata Indonesia, khususnya NTB kembali menggeliat,” harapnya.
Begitu juga yang diungkapkan Andre Setiawan, Chief Executive Officer Aksara (Pesona Khazanah Ramadhan). Kata dia, sejak 2020 hingga 2021, pinnya harus berpikir keras, bagaimana tetap eksis di tengah pandemi.
“Ada banyak event yang diundur bahkan batal. Kalaupun ada, kita memanfaatkan media sosial. Bahkan setiap event, kita bikin akun youtube untuk menyiarkan acara,” ulasnya.
Baca Juga: Test Drive Sirkuit Mandalika, Menko Airlangga: Luar Biasa, Sangat Indah!
Dia berharap, dengan adanya panduan buku CHSE ini, pariwisata Indonesia kembali berjaya.
“Kami juga harap Kemenparekraf RI punya terobosan yang menggebrak bagi event di daerah. Seperti kita-kita ini yang sangat bergantung pada event,” tandasnya. (abi)
Editor: Lalu Habib Fadli





