Kasi Intel Kejari Lotim, saat melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Kejaksaan Negeri (Kajari) Lombok Timur menetapkan dua orang tersangka kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) pengerukan dan penataan kawasan Pantai Labuhan Haji, Lotim. Hal itu dilontarkan Kasi Intel Kejari Lotim, Moh Rasyidi. Kata dia, kasus pengerukan dan penataan Labuhan Haji pada tahun 2016 lalu tersebut mengakibatkan kerugian negara mencapai miliaran rupiah.

Baca Juga: Jajal Sirkuit Mandalika, Presiden: Banyak Tikungan Tajam, Sulit untuk Saya!

“Pengerukan dan penataan Dermaga Labuhan Haji itu, awalnya akan dibangun dengan anggaran sekitar Rp 38,920 miliar,” terangnya, Jumat (12/11).

Namun berdasarkan hasil audit dari BPKP, total kerugian negara yakni Rp 6.361.048.182. Adapun ke dua tersangka yang telah ditetapkan tersangka ialah N selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan TR dari perusahaan pihak  ketiga.

Hingga saat ini, pihak Kejari Lotim belum mengetahui secara pasti kemana anggaran tersebut diselewengkan. Akan tetapi, saat ini pihaknya juga tengah melakukan pendalaman agar nantinya dapat diketahui secara pasti kemana anggaran tersebut.

Adapun kedua tersangka saat ini belum dilakukan penahanan. Mengingat masih ada para saksi-saksi yang akan diperiksa, termasuk juga kedua tersangka masih akan dilakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Baca Juga: Sirkuit Mandalika Diresmikan, Jokowi: Kita Siap Jadi Tuan Rumah WSBK dan MotoGP

“Kedua tersangka kita akan panggil kembali untuk kita minta keterangan dan beberapa saksi juga kita akan panggil agar kasus ini cepat selesai,” tutupnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here