GerbangIndonesia, Mataram – Sejumlah sekolah di Kota Mataram terpaksa tidak bisa menggelar kegiatan belajar mengajar awal pekan ini. Pasalnya, lingkungan sekolahnya tergenang akibat intensitas hujan yang cukup tinggi Senin (6/12).
Baca Juga: Puji Program Kampung Sehat, Gubernur NTB: Mampu Tekan Covid-19
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H Lalu Fatwir Uzali menyebutkan, beberapa sekolah yang tergenang yaitu SDN 21 Ampenan, SDN 5 Ampenan dan beberapa lokasi lainnya. Sementara untuk sekolah lainnya, Dinas Pendidikan Kota Mataram belum mendapatkan laporan dari pihak sekolah.
“Memantau beberapa sekolah yang terkena banjir. Ada beberapa sekolah sudah bisa teratasi. Kondisi ini menghambat pelaksanaan ujian semester siswa,” katanya.
Ia mengatakan, sekolah yang tidak terdampak banjir ataupun genangan air tetap melaksanakan ujian sekolah. Sedangkan yang terdampak, akan melaksanakan ujian di hari lain. Namun dipastikan, soal ujian tidak akan bocor. Karena soal yang dibuat oleh Dinas Pendidikan berbeda.
“Itu ada beberapa kendala ada yang membatalkan ujian dan ada melangsungkan ujian. Cuaca yang ekstrim di beberapa sekolah, airnya masuk di kelas,” ujarnya.
Berdasarkan laporan sementara yang diterima, peserta didik yang paling banyak menunda ujian sementer yaitu tingkat SD
Sementara SMP masih tetap berjalan.
“Kalau SMP terlaksana. SD ada beberapa tertunda. SD di Cakra itu ada sempat yang menunda karena wali muridnya ada yang terkena banjir,” tegasnya.
Melihat cuaca yang cukup ekstrim, Dinas Pendidikan Kota Mataram menyerahkan keputusan di masing-masing kepala sekolah, apakah meliburkan atau pelaksanaan ujian tetap berjalan. Pasalnya, yang mengetahui kondisi sekolah adalah kepala sekolah dan dewan guru bersangkutan.
“Saya menyerahkannya ke kepala sekolah dan dewan guru untuk memutuskan apa yang terjadi di sekolah,” tambah Fatwir.
Dinas Pendidikan lanjut Fatwir tidak bisa mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan secara serentak siswa tingkat SD dan SMP. Karena hal ini tergantung dari masing-masing sekolah.
“Karena tidak bisa serentak kita liburkan karena tergantung dari kondisi sekolah. Tergantung dari sekolah dan dewan guru dan meminta pendapat masyarakat,” tandasnya.
Saat ini tegas Fatwir, keselamatan siswa dan para guru di tengah cuaca ektrim yang terjadi. Selain itu, pohon-pohon yang ada di lingkungan sekolah dan cukup mengkhawatirkan untuk bisa ditebang atau dilakukan perantingan.
“Pohon-pohon yang membahayakan siswa dan guru dan pohon-pohon yang bisa merusak bangunan sekolah dipotong,” imbau Fatwir.
Menurutnya, sejumlah sekolah yang tergenang tersebut sudah bisa menyerap air tanah. Namun karena letak sekolah berdekatan dengan lingkugan yang kerap terkena banjir, sehingga ikut terdampak.
Baca Juga: Lima Zodiak Ini Diprediksi Bakal Kaya Raya di Masa Depan, Kamu Termasuk?
“Ada beberapa penyebab sekolah yang ada di dalam kampung. Sekolah yang sulit mendapat akses saluran dan lainnya,” pungkasnya. (jmh)
Editor: Lalu Habib Fadli







