ILUSTRASI tsunami. Paranormal Mbak You menerawang akan terjadi bencana alam di Juli sampai November 2021, di Indonesia dan negara lain. [Stefan Keller/Pixabay]



GerbangIndonesia, Mataram – Gempa bumi dengan magnitudo 7,5 di Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi tsunami. Namun, peringatan dini potensi tsunami sudah dinyatakan berakhir dan masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak panik.

Baca Juga: Lima Zodiak Ini Diprediksi Bakal Kaya Raya di Masa Depan, Kamu Termasuk?

Hal itu dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Mahfuddin Noor (14/12) di Mataram. Ia mengatakan, gempa yang terjadi di NTT tidak terasa hingga Kota Mataram.

“Itu rilis yang disampaikan dari prakiraan. 7,5 itu saya lihat disttus prakiraan itu siaga untuk beberapa wilayah di NTT. Mudah-mudahan lah tidak di NTB. Masyarakat diminta tenang dan tidak panik,” katanya.

Ia mengatakan, jika terjadi kondisi buruk masyarakat harus melakukan penyelamatan diri. “Bila terjadi kondisi yang buruk bisa memastikan bagaimana harus prepare penyelamatan diri yang utama seperti itu,” katanya.

Menara deteksi tsunami sambungnya, masih berfungsi dan jika ada potensi terjadi tsunami maka menara tersebut akan berbunyi. Alarm deteksi tsunami tersebut akan terdengar hingga 1 km.

“Radius ya sampai 1 km kiri dan kanan muka belakang kedengaran,” ujar Mahfuddin.

Alat deteksi tsunami tersebut akan dievaluasi setiap bulan agar tetap aktif dan berfungsi dengan baik. “Kan itu setiap bulan diaktivasi. Diuji coba terus,” terangnya.

Lokasi alat pendeteksi tsunami berada di Pantai Penghulu Agung Ampenan. Masyarakat setempat disebut sudah paham dengan bunyi-bunyi yang muncul dari alat tersebut.

“Masyarakat disitu sudah paham sekali peringatan dini,” katanya.

Sebelumnya, potensi tsunami dampak dari gempa tersebut sampai ke wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), sesuai rilis BMKG tentang peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku, NTB, NTT, Sulsel, dan Sultra.

Baca Juga: Puji Program Kampung Sehat, Gubernur NTB: Mampu Tekan Covid-19

“Beberapa daerah itu diminta siaga. Tapi, kita berharap tidak ke Kota Mataram dan NTB secara umum,” katanya. (jmh)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here