Ilustrasi Pixabay

GerbangIndonesia mo, Mataram – Pemerintah pusat secara resmi melakukan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun, Selasa 14 Desember 2021.

Pelaksanaan dilaksanakan di 3 provinsi secara serentak, diantaranya SDN 03 Cempaka Putih, DKI Jakarta dengan sasaran 175 orang, SDN 01 Depok Provinsi Jawa Barat dengan jumlah sasaran 400 orang dan SDN 03 Rawa Buntu, Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten dengan sasaran 600 orang.

Baca Juga: Lima Zodiak Ini Diprediksi Bakal Kaya Raya di Masa Depan, Kamu Termasuk?

“Vaksinasi anak usia 6-11 tahun akan kita mulai hari ini dengan jumlah sasaran sekitar 26,5 juta anak,” kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono saat membuka kick off vaksiansi anak usia 6-11 tahun di SD Cempaka Putih Timur 03, Jakarta Pusat pada Selasa (14/12) dikutip dari Kemenkes.

Vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini rencananya akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, vaksinasi akan dilaksanakan di provinsi dan kabupaten/kota dengan kriteria cakupan vaksinasi dosis 1 di atas 70 persen dan cakupan vaksinasi lansia di atas 60 persen.

Kemenkes mencatat hingga kini ada sekitar 8,9 juta jiwa dari 115 kabupaten/kota di 19 provinsi yang telah memenuhi kriteria tersebut, yakni Bali, Banten, Bengkulu, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.


Bagaimana dengan kesiapan Nusa Tenggara Barat, khususnya Kota Mataram?

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa Selasa (14/12) di Mataram mengatakan, jika nanti rencana tersebut direalisasikan, Pemerintah Kota Mataram siap untuk menindaklanjutinya.

“Sampai sekarang belum ada surat resmi menyangkut vaksin anak dibawah umur 12 tahun. Intinya kita menyesuaikan aja kalau sudah ada vaksin untuk anak kita tinggal langsung laksanakan kebijakan itu,” katanya.

Sebelum pemberian vaksin kepada anak-anak, tahap pertama yang dilakukan yaitu sosialisasi kepada masyarakat terutama kepada para orang tua.

“Sosialisasi pasti. Tahapan sosialisasi itu akan kita laksanakan tapi kan sekarang ini belum ada surat resmi yang terkait itu,” ujarnya.

Biasanya lanjut Nyoman, Kementerian Kesehatan menguarkan surat sebagai payung hukum pelaksanaan vaksin.

“Tinggal tunggu saja regulasi terkait itu. Biasanya kementerian kesehatan menyampaikan regulasi itu kota/kab kita tinggal laksanakan tahapan-tahapan itu. Kita akan bergerak atas dasar regulasi,” tegasnya.

Diakuinya pula, beberapa negara sudah memberikan vaksin kepada anak usia dibawah 12 tahun. Sementara di Indonesia belum terealisasi.

Nantinya lanjut Nyoman, surat dari Kementerian Kesehatan akan mengatur terkait teknis pelaksanaan vaksin di lapangan. Meskipun sudah ada instruski dalam negeri, namun biasanya hany aturan secara umum. “Intinya kita taat azas sepanjang itu ada surat resmi regulasi yang jelas,” katanya lagi.

Sebagai persiapan, Pemkot Mataram akan melakukan pendataan jumlah anak-anak yang berusia 6-11 tahun. Pendataan tersebut melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram.

Baca Juga: Puji Program Kampung Sehat, Gubernur NTB: Mampu Tekan Covid-19

“Pendataan sudah dengan melibatkan dukcapil dan kita tinggal menunggu vaksinnya,” pungkas Nyoman. (jmh)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here