Gerbangindonesia, Lombok Utara – Masyarakat Desa Sesait Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara (KLU) berbondong ke Kantor DPRD KLU, Senin (20/12). Kedatangan mereka mempertanyakan kepastian kapan bantuan rumah tahan gempa (RTG) yang di janjikan Presiden Joko Widodo akan diselesaikan pemerintah.
Baca Juga: Puji Program Kampung Sehat, Gubernur NTB: Mampu Tekan Covid-19
Pasalnya, sampai saat ini dana siap pakai (DSP) BNPB sebesar Rp 117 miliar tak kunjung dicairkan. Sementara dana sisa itu untuk kebutuhan pembangunan RTG sejumlah 13 ribu rumah dengan semua kategori, mulai dari Rusak Ringan (RR), Rusak Sedang (RS) dan Rusak Berat (RB).
“Ini sudah mau tahun ke empat, kapan RTG yang di janjikan Presiden ini akan selesai, kami sudah lama tidur di rumah beratap terpal, ” ungkap Pendi salah seorang tokoh masyarakat Desa Sesait.
Pendi menegaskan, ketadatangan masyarakat ke gedung dewan yang terhormat ini hanya untuk mencari kepastian dan mencari tahu apa penyebab rumah warga tak kunjung diselesaikan. Ia berharap, masyarakat bisa mendapat kepastian dan DPRD dapat menyuarakan aspirasi masyarakat ini ke pemerintah daerah maupun pusat.
“Kami hanya ingin memastikan apa kendala pemerintah sehingga dana untuk pembangunan rumah warga masih di blokir, kalau memang kita dapat, kapan kita akan diberikan, dan kalau kita tidak dikasi apa alasanya,” cetusnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KLU Zaldy Rahadian mengatakan, untuk penyelesaian RTG ini sebenarnya pemerintah daerah sudah melakukan berbagai upaya termasuk memenuhi seluruh persyaratan yang di minta BNPB pusat. Kelengkapan data hingga kroscek fisik dilapangan sudah dipenuhi.
“Kita sudah turuti semua permintaan untuk persyaratan dari BNPB, namun saat ini dananya masih di blokir BNPB. Ini yang masih kita berkerja keras agar dana itu bisa digunakan,” jelasnya.
Pemblokiran DSP sendiri, terjadi pada tahun 2020 lalu. Untuk membuka kembali blokir tersebut pihaknya pada tahun 2021 sesuai perintah BNPB kembali melakukan proses verifikasi dan validasi atas sejumlah data RTG pada usulan tahap dua. Meski demikian dirinya tetap optimis dana yang diblokir tersebut akan segera dibuka. Pasalnya, sudah beberapa kali dari pemerintah pusat telah melakukan kunjungan langsung untuk memastikan kebenaran data dan progres fisik, seperti utusan dari Kantor Setaf Kepersidenan (KSP), Inspektorat Utama BNPB, Deputi 3 dan 4.
Baca Juga: Lima Zodiak Ini Diprediksi Bakal Kaya Raya di Masa Depan, Kamu Termasuk?
“Kami sudah banyak menerima kunjungan dari pemerintah pusat, semua proses sudah kami lakukan tinggal kepastiannya kami kembalikan ke BNPB kapan akan dibuka blokir tersebut menjadi kewenangan mereka bukan di kami,” pungkasnya. (iko)
Editor: Lalu Habib Fadli








