Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah (Setda) KLU telah melelang sejumlah paket proyek di tahun 2022. Tercatat ada peningkatan jalan serta pengadaan barang berupa beras telah ditayangkan melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP). Hal ini diungkapkan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda KLU Gunardi, Senin (23/2).
Baca Juga: Pria Asal Lombok Barat Ini Bawa Replika Mobil FI Sampai Sirkuit Mandalika Tapi Tak Boleh Masuk
Dijelaskan, dari 13 paket proyek tersebut Dinas PUPR mendominasi dengan 10 proyek peningkatan ruas jalan disejumlah kecamatan di daerah. Nominalnya pun tidak main-main, yang paling tinggi yaitu mencapai Rp 7,1 Miliary dengan total anggaran keseluruhan mencapai Rp 38,3 miliar. Sementara untuk pengadaan barang berupa beras diusulkan melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) senilai Rp 3 miliar lebih.
“Sudah kita tayangkan semua sampai nanti tanggal 2 Maret untuk mengetahui pemenang tander,” ungkapnya.
Dijelaskan, penayangan 13 paket proyek tersebut akan diproses sampai tanggal 9 Maret untuk mengetahui penetapan dan pengumuman pemenang. Pada tanggal 10 sampai dengan 14 Maret pihaknya menetapkan batas waktu massa sangah. Selanjutnya, pihak ketiga yang menang sudah bisa melakukan kontrak dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di dinas terkait yang memiliki kegiatan tersebut.
“Tidak ada persyaratan khusus seperti kantor bupati ini normal saja. Semoga lancar dan pekerjaanya bagus,” jelasnya.
Pihaknya di instansi yang ia pimpin tidak mematok target kapan seluruh tander ini akan berakhir. Kendati, ia memproses manakala ada request dari dinas. Idealnya akan ada dokumen lelang yang kembali masuk ia menyebut Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga (Dikbudpora) dan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Utara diketahui juga akan memasukan dokumen guna dilelang. Belum lagi menyangkut dinas-dinas yang lain yang juga memiliki program serupa.
“Kalau misalkan ada masuk lagi misalnya dari perindag sambil jalan kita proses. Tergantung kami di sini tidak bisa patok harus kapan. Yang jelas lebih cepat lebih baik lebih cepat juga mereka berkontrak,” katanya.
Sementara untuk lelang pembangunan kantor bupati yang baru usai dan sudah memunculkan pemenang, pihaknya menyerahkan segala proses lanjutan ke dinas pun pihak ketiga. Nominal kontrak dari pembangunan kantor senilai Rp 43 Miliar itu belakangan sudah dilakukan sosialisasi kepada warga sekitar sebelum dilaksanakan pembangunan proyek. Pihaknya berharap, supaya pihak ketiga bisa bekerja secara maksimal sehingga hasil yang dikerjakan sesuai dengan harapan.
Baca Juga: NasDem Godok Calon Presiden, Surya Paloh: Ada Tiga Nama
“Itu sudah berkontrak kalau sudah selesai sudah lepas urusan tinggal PPK dengan pihak ketiga. Terkait kapan mobilitasi dan lain-lain mereka punya ranah,” pungkasnya.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli







