Kabid Dayasos Dinsos P3A KLU Husni Tamrin. FOTO ANGGER RICO/GERBANG INDONESIA



Gerbangindonesia, Lombok Utara – Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mengalami perubahan. Hal ini berdasarkan surat edaran dari kementerian, perubahan tersebut menetapkan penyaluran kepada penerima kini melalui Kantor Pos tidaklagi melalui E-Brilink yang merupakan agen resmi selama ini. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Husni Tamrin, Rabu (23/2).

Baca Juga: Pria Asal Lombok Barat Ini Bawa Replika Mobil FI Sampai Sirkuit Mandalika Tapi Tak Boleh Masuk

Menurutnya, surat edaran dari kementerian diterima oleh pihaknya pada Senin kemarin. Surat bernomor 592/6/BS.01/2/2022 bersifat penting dengan lampiran hal Percepatan Penyaluran Bansos Sembako/BPNT periode Januari sampai dengan Maret tahun 2022. Perubahan penyaluran tersebut dianggap akan lebih memudahkan bagi para penerima bantuan tersebut. Dengan demikian nama bantuan BPNT itu berubah menjadi program Bantuan Sosial yang sifatnya tunai bukan lagi non tunai.

“Kita sudah terima suratnya, intinya ini untuk percepatan. Terhadap Brilink yang sekarang biar berjalan biasa saja, karena kalau mereka pelayanannya bagus pasti warga akan kembali ke sana lagi,” ujarnya.

Dijelaskan, khusus di Lombok Utara jumlah penerima tercatat 30 ribu orang. Kendati jumlah tersebut baru sekitar 6.752 orang yang namanya sudah terdaftar di Kantor Pos dengan total anggaran senilai Rp 4 Miliar lebih. Pihaknya beranggapan penerima yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) akan diberikan secara bertahap. Terhadap sistem pembagian sendiri nantinya Pos akan memberikan undangan kepada calon penerima sehingga mereka bisa mengambil hak mereka ke sana secara langsung.

“Jumlahnya saat ini pertiga bulan Rp 600 ribu. Nanti warga akan diberikan undangan lebih dulu dan warga harus membawa KTP serta KK sebagai syarat,” jelasnya.

Dari jumlah 6.752 penerima bantuan sembako tunai ini tercatat warga di Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung menjadi penyumbang paling banyak. Yaitu jumlahnya mencapai 791 orang, sementara di Desa Sokong Kecamatan Tanjung menjadi mayoritas kedua dengan jumlah sebanyak 675 orang. Jumlah didalam DTKS disebutnya merata terbesar hingga ke lima kecamatan di Lombok Utara. Perubahan ini juga akan segera dilakukan sosialisasi.

“Kita akan berkoordinasi dengan pendamping supaya mereka bisa segera menyampaikan kepada masyarakat yang ada di bawah. Besok Bulan Maret sudah bisa dicairkan,” katanya.

Kendati sudah diberikan bantuan berupa uang tunai secara langsung, pihaknya sebagaimana didalam surat edaran kementerian tersebut tetap menyarankan kepada masyarakat supaya tetap uang dibelanjakan untuk kebutuhan pokok bukan justru digunakan untuk hal lain. Sementara untuk jumlah penerima yang dilaksanakan bertahap (pagi ini,red) ada data tambahan baru dalam DTSK yang sudah terakomodir lagi.

Baca Juga: NasDem Godok Calon Presiden, Surya Paloh: Ada Tiga Nama

“Ada tambahan baru lagi masuk, idealnya begitu sampai terpenuhi DTSK, ada verifikasi yang kita keluarkan juga. Namun kita tetap imbau supaya masyarakat belanjakan untuk kebutuhan pokok mereka,” pungkasnya.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here