Sindrom Pramenstruasi alias PMS kerap dialami oleh perempuan sebelum masa haid.

GerbangIndonesia, Jakarta – Kebanyakan orang minum kopi sebelum mengawali hari agar lebih semangat. Kopi adalah stimulan yang membantu seseorang untuk merasa lebih waspada dan terjaga pada hari yang sibuk.

Tapi, minum kopi berkafein ketika perut kosong di pagi hari bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan.

Salah satu komplikasi kesehatan utama akibat minum kopi berkafein adalah kopi merangsang produksi kortisol yang dikenal sebagai hormon stres.

Kortisol diproduksi oleh kelenjar adrenal Anda dan membantu mengatur metabolisme, tekanan darah, dan kadar gula darah.

Baca Juga:Para Ilmuwan Temukan Tes untuk Deteksi Serangan Jantung 3 Tahun Kemudian

Tapi, kadar kortisol yang berlebihan bisa memicu masalah kesehatan, termasuk pengeroposan tulang, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

Tingkat kortisol yang lebih tinggi juga meningkatkan insulin yang menyebabkan resistensi insulin.

Kelebihan kortisol bisa menyebabkan efek seperti penambahan berat badan, masalah tidur dan respon imun yang terganggu.

Dokter Earim Chaudry, MD dari Men’s Health Platform Manual tentang implikasi kesehatan dari minum kopi hitam di pagi hari.

Ilustrasi minum kopi (pixabay.com)
Ilustrasi minum kopi (pixabay.com)

Sayangnya, banyak orang sudah terbiasa minum kopi di pagi hari sebelum aktivitas. Penelitian telah menunjukkan bahwa minum kopi bisa memberikan kontrol negatif pada gula darah dan meningkatkan respons glukosa secara signifikan.

Baca Juga:Ada Lima Jenis, Kenali Gangguan Irama Jantung Aritmia yang Bisa Dialami Anak-Anak

Karena itu, mereka yang suka minum kopi pagi hari dapat membatasi kemampuan tubuhnya untuk mentolerir gula yang akan Anda konsumsi saat sarapan dan ini menyebabkan faktor risiko diabetes dan jantung.

Dokter Deborah Lee, Dokter Fox Online Pharmacy membahas studi tahun 2012 tentang efek kafein pada orang Asia yang mengonsumsi 200 mg kafein per hari dan ditemukan memiliki kadar estrogenik yang lebih tinggi.

Dalam jangka panjang, ini bisa menjadi faktor penting karena kadar estrogen penting dalam kondisi medis seperti endometriosis, osteoporosis, dan kanker payudara.

“Temuan ini adalah studi observasional kecil dan saat ini wanita tidak perlu berhenti minum kopi. Tapi, perlu penelitian lebih banyak lagi,” kata Dokter Deborah Lee dikutip dari Express.

Berkenaan dengan hormon testosteron lain, Dokter Lee membahas studi lain yang menemukan bahwa konsumsi kopi secara teratur bisa meningkatkan kadar testosteron total dan mengurangi kadar estrogen.

“Para penulis mengatakan bahwa kafein bisa bertindak sebagai inhibitor aromatase yang meningkatkan kadar hormon luteinising (LH) untuk memicu produksi testosteron,” jelasnya.

Beberapa ahli mengatakan minum kopi saat perut kosong berbahaya, karena tidak ada makanan lain yang bisa mencegah asam mengganggu perut Anda.

Studi telah menemukan bahwa kepahitan kopi dapat menghasilkan produksi asam lambung. Karena itu, banyak orang tidak percaya bahwa kopi mengiritasi perut Anda, gejala gangguan seperti irritable bowel syndrome (IBS), dan gangguan pencernaan.

“Tubuh Anda memiliki hormon kortisol dan ketika Anda stres atau minum kopi bisa menyebabkan peningkatan kadar kortisol tubuh Anda, yang mengakibatkan kenaikan berat badan” jelasnya.

Baca Juga: NasDem Godok Calon Presiden, Surya Paloh: Ada Tiga Nama

Hal ini juga bisa menyebabkan kelemahan otot, mudah memar pada kulit dan masalah kesehatan lainnya seperti diabetes. (red)

Editor: Lalu Habib Fadli

Source: Suara.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here