Bupati Lombok Utara (baju kuning) saat menghadiri konfrensi pers pembangunan kantor bupati. FOTO ANGGER RICO/GERBANG INDONESIA




Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pembangunan Kantor Bupati Lombok Utara saat ini tengah berjalan. Setelah seluruh proses gedung yang digadang-gadang akan menjadi icon daerah itu rampung, pemda berencana membangun kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lain. Hal ini terungkap dalam Konfrensi Pers yang digelar di Aula Sekretariat Daerah (Setda) yang dihadiri oleh Bupati H Djohan Sjamsu, Kepala Dinas PUPR Kahar Rizal, dan Kepala Bappeda KLU Parihin, Rabu (2/3).

Baca Juga: Pria Asal Lombok Barat Ini Bawa Replika Mobil FI Sampai Sirkuit Mandalika Tapi Tak Boleh Masuk

Djohan Sjamsu dalam keterangannya mengungkapkan, di usia ke-13 tahun ini pemda baru mau membangun kantor sendiri. Ke depan beberapa kantor yang banyaknya sejumlah 14 gedung tersebut akan dibangun secara bertahap. Ada 4 kantor yang dibangun di komplek area kantor bupati, sementara sisanya tersebar disejumlah kecamatan. Pembangunan tersebut merupakan kiat daripada pemerintah serta guna meningkatkan konsentrasi perangkat dalam rangka memberi pelayanan kepada masyarakat.

“Saya bertekad mulai pembangunan kantor ini secara bertahap karena bagaimanapun juga di tahun anggaran ini moment yang paling pas,” ungkapnya.

Meskipun Lombok Utara secara finansial dalam kondisi sulit, tercatat postur APBD mengalami penurunan hingga Rp 400 miliar namun ketepatan pembangunan dimaksud Djohan, lantaran pada tahun 2023 mendatang daerah sudah dihadapkan oleh persiapan pemilihan legislatif dan kepala daerah. Tentu persiapan pesta demokrasi tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu, ketika tahun ini pembangunan bisa berjalan beban anggaran untuk hal penting lain di tahun mendatang dirasa lebih ringan.

“Banyak kesulitan tetapi insya Allah ini bisa diatasi dan di antisipasi. Semua pembangunan bisa direncanakan sesuai kapasitas,” katanya.

“Untuk Kantor OPD yang akan dibangun tidak semuanya di sini (area komplek bupati) sebagian ada di wilayah timur karena saya ingin meratakan ekonomi masyarakat. Supaya tidak numpuk semua di sini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR KLU Kahar Rizal menjelaskan pagu anggaran pembangunan kantor senilai Rp 43,8 miliar. Sebagaimana master plan terdapat 4 zonasi pembangunan di antaranya, zona pertama yaitu alun-alun Lapangan Tanjung, zona kedua Kantor Legislatif, zona ketiga Kantor Bupati itu sendiri, dan zona terakhir Kantor OPD dan juga rencananya akan dibangun pendopo untuk Bupati pun Wakil Bupati. Pembangunan sudah dalam tahap pertama pengukuran area, pihaknya menyebut estimasi tuntas yaitu 10 bulan terhitung usai ditandatanganinya kontrak kerja beberapa waktu lalu.

“Dari total anggaran jika dirincikan yang pertama konstruksi bangunan gedung senilai Rp 33 miliar, landscape Rp 10,8 miliar, sisanya Rp 1,2 miliar untuk tander konsultan manajemen konstruksi. Berdasarkan analisa teknis maka bangunan gedung landscape dibangun satu paket sehingga nanti mudah dan efektif,” jelasnya.

Adapun hasil lelang oleh ULP Setda Lombok Utara, pemenang tander selaku pihak ketiga pembangunan Kantor Bupati yaitu atas nama PT. Damai Indah Utama dengan pola kerjasama operasional. Sementara untuk konsultan manajemen dipegang oleh CV. Dwipa Consultan. Dalam design bangunan kantor pemda disebutnya mengakomodir kearifan lokal. Hal ini dibuktikan dengan atap gedung mengambil konsep Masjid Kuno Bayan sebagai simbol daerah. Pihaknya berharap pembangunan ini bisa selesai tepat waktu dan tidak ada persoalan yang timbul dikemudian hari.

Baca Juga: NasDem Godok Calon Presiden, Surya Paloh: Ada Tiga Nama

“Dibangunnya Kantor Bupati ini merupakan pusat orientasi pelayanan OPD. Ini jadi manifestasi pelayanan dan jadi induk pelayanan, di situlah urgensinya sehingga kita membangun,” pungkasnya.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here