
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pembangunan Dermaga Gili yang sudah tuntas pekerjaanya diresmikan secara langsung oleh Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, Selasa (15/3). Bertempat di Dusun Gili Air Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang, pembangunan dermaga ini merupakan program pusat menyangkut penataan kawasan Trawangan, Meno, dan Air (Tramena). Selain dihadiri Anggota Komisi V DPR RI H. Suryadi Jaya Purnama, persemian juga dihadiri Kepala Seksi Wilayah I BPPW NTB, Indra Yuliraf, dan pimpinan OPD setempat.
Baca Juga: Pria Asal Lombok Barat Ini Bawa Replika Mobil FI Sampai Sirkuit Mandalika Tapi Tak Boleh Masuk
Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu mengungkapkan, pariwisata merupakan aspek penting dalam mendorong kemajuan pembangunan serta perekonomian didaerah Lombok Utara, sehingga perlu perhatian dalam upaya untuk mengembangkan aspek pariwisata secara menyeluruh. Gili Tramena sendiri masuk dalam Destinasi Super Prioritas (DSP) bersamaan dengan Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di NTB, Labuan Bajo di NTT, dan Likupang di Sulawesi Utara.
“Pesona pariwisata ini sebagai identitas daerah yang tentunya memberi pengaruh besar bagi kualitas daerah di mata Internasional,” ungkapnya.
Dengan ditetapkannya Gili Tramena sebagai kawasan super perioritas nasional fokus pengembangan meliputi semua aspek seperti Darmaga, pembangunan homestay, perencanaan dan penanganan abrasi pantai, penataan jalan lingkar Gili dan PJU serta sistim penyediaan air minum (SPAM). Djohan menegaskan, bahwa kawasan tiga gili masih memiliki banyak kendala yang memerlukan perhatian pemerintah pusat diantaranya fasilitas kesehatan, transportasi, keselamatan, layanan publik dan keamanan.
“Kekurangan ini harus tersedia supaya KLU dapat mewarnai pariwisata di tingkat internasional pada masa mendatang. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk aktif dan berkontribusi dalam membangun serta mengembangkan daerah Lombok Utara terutama di sektor pariwisata,” tandasnya.
Sementara Anggota Komisi V DPR RI Suryadi menuturkan program Pembangunan darmaga tiga gili merupakan program pendukung karena di tetapkannya pulau seribu masjid sebagai kawasan prioritas pariwisata nasional dan Lombok Utara sebagai penunjang utama. Lebih lanjut, pihaknya menambahkan dalam menudukung pembangunan daerah khususnya di Lombok Utara dirinya akan memback-up setiap program kegiatan yang sekiranya bisa dibantu serta bermanfaat bagi masyarakat banyak.
“Gili Tramena merupakan icon wisata Nusa Tenggara Barat bahkan Indonesia, bahkan popularitas Gili Tramena sudah sampai Internasional. Jadi saya akan membantu program apa yang bisa diarahkan ke sini,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Wilayah I Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB, Indra Juliraf menjelaskan, bahwasanya proses pengerjaan dari dermaga gili memakan waktu dua tahun di mana awal proses pengerjaannya dilakukan pada tahun 2020. Kepedulian Kementerian PUPR pada ketiga gili sangat diperhatikan betul saat sekarang spadan pantai Gili Tramena terkena abrasi tentu hal tersebut nantinya mengakibatkan gili semakin kecil.
Baca Juga: NasDem Godok Calon Presiden, Surya Paloh: Ada Tiga Nama
“Pesan saya dermaga ini dikelola dengan baik oleh Pemda dan masyarakat. Dalam mendukung pengelolaan darmaga dengan baik, Pemda idealnya membentuk tim karena bagaimanapun dermaga ini merupakan aset yang harus dijaga bersama,” pungkasnya. (iko)
Editor: Lalu Habib Fadli






