
GerbangIndonesia, Lotim – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur membentuk Tim Perencanaan Penganggaran Terintegrasi (PPT) Kesehatan Reproduksi (Kespro). Tim ini dibentuk mengingat tiga tahun terakhir kasus kematian ibu di Lombok Timur terus meningkat. Sehingga Dibutuhkan komitmen dan keterlibatan semua pihak untuk menurunan angka kematian ibu (AKI) di Lotim.
Baca Juga: Mengurai BENANG MERAH MotoGP Mandalika, Mulai dari Harga Hotel Sampai Buruknya Transportasi
Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy menyampaikan, Tim PPT Kespro kabupaten tersebut diharapkan mampu menyusun perencanaan berdasarkan bukti, yang diawali dengan tahap pengumpulan data dasar. Selanjutnya merancang intervensi sampai dengan pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi upaya menurunkan AKI di Lotim.
“Kami juga berharap kinerja tim PPT mampu memetakan kebutuhan, memanfaatkan data dasar, menentukan indikator keberhasilan, serta pintu masuk intervensi,” kata Bupati.
Dalam kesempatan tersebut Ia juga meminta agar Tim Kabupaten mengoptimalkan peran PPT Kespro pusat untuk meningkatkan pengetahuan Tim Kabupaten demi terlaksananya PPT Kespro sebagai langkah strategis penurunan AKI.
“Terima kasih dan kami sangat mengapresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, mulai dari Badan Perencanaan Nasional (Bappenas), Kementerian Dalam Negeri, lembaga PBB UNPFA atas berkontribusi aktifnya,” ucapnya.
Adapun AKI Lotim dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Hal tersebut dilihat dari jumlah kasus pada 2019 sebanyak 29 kasus atau 107,6 per seratus ribu kelahiran, dan selama pandemi kasusnya terus mengalami peningkatan, yaitu 43 kasus pada 2020 (157,4) dan 45 kasus pada 2021 (183,3).
Baca Juga: Hujan di Sirkuit, Pawang Hujan Bilang Permintaan dari Pembalap!
Penyebab umum kematian ibu melahirkan di Lotim adalah preeklamsia. Penyebab lainnya adalah tidak diperiksanya sang ibu, usia tidak layak hamil, keterlambat keluarga memutuskan tindakan, keterlambatan mengetahui kondisi perlu/ tidak untuk dirujuk dan adanya penyakit kronis. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli






