Gubernur Jatim didampingi Bupati Malang meresmikan jembatan pelangi. FOTO SUGENG RAKINO/GERBANG INDONESIA





GerbangIndonesia, Malang – Bupati Malang Drs. HM. Sanusi mendampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan Jembatan Pelangi di Desa Srigonco Kecamatan Batur pada hari Kamis (7/4) siang. Turut hadir pada acara tersebut, Wakil Bupati Malang Drs. H. Didik Gatot Jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, Jajaran Kepala OPD Prof Jatim, Sekertaris Daerah Kabupaten Malang, Jajaran Perangkat Daerah Kabupaten Malang, Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Pelaksanaan Jalan Besar Nasional Jawa Timur-Bali, serta Perwakilan Ketua Perguruan Tinggi se-Malang Raya.

Baca Juga: Stok Pangan Tiga Bulan ke Depan Masih Aman, Bagaimana Minyak Goreng?

Jembatan Pelangi yang memiliki panjang sekitar 120 meter, dan lebarnya mencapai 7 meter ini dibangun sejak 2017 silam. Proses pembangunan jembatan ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 24,7 miliar dari dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) dan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, jembatan ini dulunya memiliki nama yang mengerikan yaitu Jurang Mayit. Namun saat ini sudah menjadi Jembatan Pelangi.

“Harus ada optimisme yang kita bangun, harus ada positif thinking yang kita bangun. Jangan memberikan nama sesuatu yang menjadikan badmood. Kalau jurang mayit itukan belum apa-apa sudah seram, tapi kalau Pelangi indah bagaikan seperti pelangi,” kata Gubernur.

Selain itu, Gubernur Jawa Timur mengatakan bahwa JLS yang merupakan salah satu program strategis nasional memang harus didukung dengan pembangunan infrastruktur lain di sekitarnya. Salah satunya Jembatan Pelangi tersebut.

“Lebih-lebih sebagai konektivitas menuju Malang Selatan. Konektivitas menjadi bagian yang sangat penting. Di Kabupaten Malang sudah tidak ada lagi desa tertinggal di tahun 2021. Namun tetap harus didorong betul pada beberapa hal untuk kemajuannya,” tutur mantan Menteri Sosial ini.

Gubernur Jawa Timur juga memaparkan, berdasarkan pemetaan Kemen PUPR, konektivitas ke JLS merupakan salah satu yang memliki posibilitas paling tinggi. Sebagai pendukungnya, akses jalan dari Gondanglegi menuju Bantur akan dinaikkan statusnya menjadi Jalan Nasional.

“Maka, sekarang kalau proses pembebasan lahan tahun ini oleh Pemkab Malang, Insyaallah sudah bisa dilakukan tahun ini, cepat kita koordinasi untuk keputusan final,” tutup Khofifah.

Pada kesempatan itu Bupati Malang, HM Sanusi juga berharap dengan adanya pembangunan jembatan pelangi ini bisa kembali menggairahkan iklim pariwisata di Kabupaten Malang.

Baca Juga: Hujan di Sirkuit, Pawang Hujan Bilang Permintaan dari Pembalap!

“Jadi akses menuju Malang Selatan semakin mudah. Arus transportasi wisatawan lebih mudah dan lebih cepat. Ini saya rasa dapat mendongkrak perekonomian di Malang Selatan,” ucap Bupati Malang. (srk)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here