GerbangIndonesia, Lotim – Pada pertengahan bulan Ramadan ini, harga sejumlah bahan pokok (Bapok) di sejumlah pasar di Kabupaten Lombok Timur masih stabil.
Baca Juga: Demi Indonesia Emas 2045, Kapolri Minta Serikat Mahasiswa Muslimin Ingat Soal Ini..
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Lotim, Lalu Dami Akhyani. Dia menyampaikan dari laporan harga bapok dari semua kepala pasar di Lotim, hingga hari ke 19 Ramadan ini belum ada bahan pokok yang mengalami lonjakan harga yang sangat signifikan.
“Memang ada bahan pokok yang harganya naik, tapi naiknya itu masih kategori wajar, tidak membuat masyarakat panik. Naiknya cuman Rp 500 sampai Rp 1000 saja. Misalnya daging, harga daging sekarang Rp 126 ribu per kilo dari sebelumnya Rp 124-125 ribu,” jelasnya saat ditemui di ruangannya, Kamis (21/4).
Disebutkannya, harga bahan pokok di antara pasar yang satu dengan pasar yang lain dinilai berfariatif. Kendati mengalami harga yang berpariatif dan sedikit naik namun stok bahan pokok masih aman.
Sementara itu untuk setok minyak goreng hingga saat ini masih aman. Adapun harga sendiri untuk minyak goreng kemasan dijual dengan harga pasar atau diserahkan kepada para pedagang, sementara untuk harga minyak goreng curah dengan Harga Ecera Tertinggi (HET) Rp 14 ribu sampai Rp 15 ribu perliter sesui dengan surat edaran dari Kementerian perdagangan.
“Tapi di lapangan masih kami temukan ada juga yang menjual dengan harga Rp 19 ribu liter, karena memang sifatnya berantai jadi itu yang membuatnya mahal. Misalkan dari tangki didistribusikan kepada pedagang dengan harga 14 ribu, tapi pedagang itu kembali dijual di pengecer atau pedagang kios-kios kecil jadi tidak langsung kepada konsumen,” jelasnya.
Akan tetapi kata Lalu Dami, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya para pedagang minyak goreng curah agar tidak menjual diatas HET.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
“Kita sudah pasang spanduk-spanduk di semua pasar terkait harga minyak goreng curah, agar para pembeli dan pedagang juga tau harganya,” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







