Gerbangindonesia.co.id – Lombok Timur — Penanganan cepat terhadap pasien dengan kondisi darurat kembali dilakukan oleh tim medis di ruang Instalasi Bedah Sentral. Seorang pasien yang mengalami apendisitis akut berhasil mendapatkan tindakan operasi cito atau operasi darurat pada Sabtu (06/06/2026).

Keputusan operasi diambil setelah pasien mengalami nyeri hebat dan menunjukkan kondisi yang berpotensi memburuk apabila penanganan ditunda. Tim dokter kemudian melakukan tindakan pengangkatan usus buntu sebagai langkah medis untuk mencegah terjadinya komplikasi serius.

Apendisitis akut merupakan peradangan pada usus buntu yang dapat berkembang menjadi kondisi berbahaya. Jika tidak segera ditangani, usus buntu berisiko pecah dan menyebabkan infeksi menyebar ke rongga perut. Kondisi tersebut dikenal sebagai peritonitis dan dapat mengancam keselamatan pasien.

Sebelum operasi berlangsung, tim anestesi menjalankan tahapan penting dalam proses pembiusan umum. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah mengamankan jalan napas pasien melalui teknik laringoskopi.

Prosedur tersebut diperlukan untuk memastikan pasien tetap berada dalam kondisi aman selama menjalani anestesi dan tindakan pembedahan. Pada kasus operasi darurat, pengamanan jalan napas menjadi perhatian penting karena adanya risiko aspirasi, yakni masuknya isi lambung ke saluran pernapasan.

Berkat kesiapan tim bedah, anestesi, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya, proses operasi dapat berjalan dengan baik. Tindakan cepat tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kondisi pasien berkembang menjadi lebih parah.

Keberhasilan operasi ini menunjukkan bahwa respons medis yang sigap dan terkoordinasi memiliki peran besar dalam menjaga keselamatan pasien, terutama pada kasus kegawatdaruratan seperti apendisitis akut.(dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here