Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Disnakeswan Lotim drh Hultatang. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Kasus peyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi ternak di Lombok Timur dalam beberapa Minggu terakhir ini terus mengalami penurunan. Hal tersebut terlihat dari jumlah kasus penularan setiap harinya mengalami penurunan dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Disnakeswan Lotim, drh Hultatang menyampaiakan, pada hari-hari sebelumnya kasus penularan PMK di Lotim mengalami kenaikan hingga 500 ekor perharinya.

“Tapi saat ini trend kenaikan kasus hanya mencapai 100 ekor perhari,” ujar drh Hultatang saat ditemui di ruangannya, Senin (6/6/2022).

Hingga saat ini kata drh Hultatang, jumlah kasus PMK di Lotim tercatat sudah mencapai anggka 8 ribu. Sedangkan jumlah kesembuhan sapi ternak yang terjangkit sudah mencapai 5 ribu lebih. Sementara sisinya saat ini masih dalam peroses penyembuhan dan perawatan.

“Kita juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan di kandang-kandang dan melakukan pengobatan ternak yang terjangkit untuk mencegah peyebaran yang lebih meluas. Alhamdulillah sekarang sudah mulai menurun,” katanya.

Baca Juga:Pemprov Bali Keberatan Menpan RB Hapus Tenaga Honorer, Sebut Jumlah ASN Jauh dari Ideal

Melihat trend kesembuhan di Lotim yang terus meningkat, dirinya berharap kasus penyebaran virus PMK pada hewan ternak di Indonesia, khususnya di Lotim semakin membaik dan tidak ada kasus lagi. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here