Pj Sekda Lombok Utara Anding Duwi Cahyadi. FOTO ANGGER RICO/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) segera mengambil sikap soal menyebarnya Video Call Sex (VCS) salah satu oknum pejabat di Dinas Sosial Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A).

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Anding Duwi Cahyadi, Senin (6/6) mengungkapkan, tim disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) sedang menyelidiki video yang tengah viral tersebut.

Menurutnya, pemda tengah berproses melakukan pemanggilan dan klarifikasi terhadap yang bersangkutan. Sebab, sampai saat ini belum diketahui apakah video tersebut benar atau tidak pun demikian yang ada didalam video. Hanya saja, Pemda tidak akan tinggal diam terlebih jika hal ini benar merupakan pelanggaran berat bagi ASN dimaksud. Anding menyebut jika oknum pejabat ini sudah melaporkan video itu ke Polda NTB. Artinya pihaknya juga sedang menunggu keontektikan terkait video itu.

“Kami harus menegakkan disiplin ASN ini termasuk pelanggaran etika tentu nanti ini masuk kategori pelanggaran berat. Pembebasan dari jabatan bisa jadi tapi kita belum bisa komentari karena belum tentu benar video itu,” ungkapnya.

Dalam video berdurasi 05.10 detik itu, mempertontonkan diduga oknum Kepala Bidang Pengarusutamaan Gander dan Pemberdayaan Perempuan Dinsos P3A berinisial RA. Oknum tersebut memperlihatkan bagian dada disertai alat vital pria pasangan VCS-nya tersebut. Video juga diserta dengan narasi yang memojokkan terduga sekaligus sejumlah foto-foto yang bersangkutan. Sontak menyebarkan video ini membuat geger masyarakat Dayan Gunung. Terlebih video yang beredar di Akun Youtube #Koy Otak Ma ini sudah ditonton lebih dari 2 ribu view.

“Oknum ini sudah melapor ke Polda dari sisi Hukum dan kami juga bergerak nanti kita menunggu kesimpulan dari Polda bagaimana. Apalagi ini berkaitan dengan pelanggaran ITE,” kata Sekda.

Baca Juga:Geser Tiang Listrik Dikenai Rp 74 Juta Lebih, PLN UID Bali Angkat Bicara

Anding mengimbau, kepada seluruh ASN dan tenaga kontrak supaya lebih bijak menggunakan media sosial. Jangan sampai hal yang bersifat privasi justru terekspose keluar sehingga merugikan personal, keluarga, bahkan institusi itu sendiri. Apalagi ASN merupakan figure yang harus dicontoh oleh masyarakat, namun jika video yang kedung tersebar itu benar adanya ini merupakan aib bagi Lombok Utara selanjutnya harus ditutupi dan menjadi pelajaran bagi semua untuk instropeksi diri supaya jadi pribadi yang lebih baik lagi.

“Media sosial ini kadang-kadang sepele tapi konsekuensinya berat. Makanya hal-hal privasi jangan sampai terekspose. Kita punya itu ada ruang-ruang gelap dan juga ruang-ruang terang ya saya kira kita paham semua untuk itu, makanya dalam gunakan teknologi dan informasi kita harus bijak mana yang memang layak kita dokumentasi mana yang tidak apalagi ASN ini adalah publik figure untuk itu mari kita saling menjaga,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pemgembangan Sumberdaya Manusia (BKDPSDM) Lombok Utara Tri Darma Sudiana mengatakan, pihaknya sudah berupaya untuk mengklarifikasi oknum pejabat ini. Namun sampai sekarang masih belum ada respons.
Demikian dengan keberadaanya yang belum masuk kantor sejak beberapa hari yang lalu. Pihak BKD masih berproses untuk memeriksa berdasarkan regulasi yang berlaku. Perihal sanksi dan lainnya disebutnya nanti jika memang sudah terbukti bersalah.

“Kita masih menelusuri di mana oranganya masih belum ketemu. Saya tahu kasus ini pada hari Sabtu-Minggu, kita masih berproses berdasarkan regulasi yang ada kalau persoalan ITE video itu beda mungkin ranahnya,” ujarnya.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Kalau terbukti nanti kita lihat apakah turun jabatan atau bagaimana. Karena memang di dalam regulasi sudah diatur seperti itu,” imbuhnya.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here