
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Wisatawan dan masyarakat yang mau menyebrang dari Pelabuhan Bangsal ke Gili Trawangan, kini tidak perlu repot-repot mengantre untuk tiket publik boat. Pasalnya, Koperasi Karya Bahari (KKB) sudah menerapkan pemesanan tiket melalui aplikasi atau secara online. Hal ini diungkapkan oleh Ketua KKB Sabarudin, Rabu (8/6).
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Menurutnya, penerapan tiket via online ini sudah dilaksanakan sebelum lebaran idul fitri kemarin. Kendati sampai saat ini masyarakat belum banyak yang tahu, maka ini pihak KKB intens melakukan sosialisasi kepada wisatawan dan masyarakat mengenai program inovasi tersebut. Meski begitu, pemesanan tiket ini hanya baru diterapkan pada Gili Trawangan saja. Untuk ke Gili Air dan Meno masih belum bisa dilayani secara online masih menggunakan sistem manual.
“Besok kita sosialisasikan lagi. Masyarakat dan wisatawan bisa langsung download namanya Lallu.id,” ungkapnya.
Dijelaskan, kendati sudah menerapkan pemesanan tiket online masyarakat yang hendak menuju Gili Trawangan masih didominasi oleh pelayanan manual. Hal ini juga lantaran aplikasi masih dalam tahap pemantapan terlebih ini baru pertamakali dilakukan sehingga disebutnya butuh penyesuaian serta adaptasi yang baru. Pihak KKB sendiri bekejasama dengan perusahaan pihak ketiga yang notabene direkomendasikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat.
“Kita masih usahakan bayar pakai gopay juga. Nanti setelah sudah dibayar baru muncul kode tiket dan nomer kapal dan itu yang ditukar,” jelasnya.
Sabarudin menilai, banyak manfaatnya jika wisatawan dan masyarakat diterapkan sistem online ini. Salah satunya supaya data pemesan valid serta guna mengantisipasi keberadaan calo tiket. Selain itu perkembangan zaman yang saat ini cenderung menggunakan teknologi mau tak mau membuat pihak koperasi beradaptasi dengan keadaan. Di lain sisi wisatawan asing acapkali familiar dengan sistem online tersebut hal ini menambah kualitas pelayanan yang diberikan oleh KKB.
“Harga tetap sama ndak ada yang berubah. Cuma ini kita harus sosialisasikan terus kepada masyarakat luas, kita di sini juga kalau ada wisatawan asing kita mudahkan,” katanya.
Menyangkut intensitas penyebrangan melalui Pelabuhan Bangsal menggunakan publik boat, Sabarudin mengakui sudah mulai ramai tidak seperti dua tahun belakangan yang mana virus pandemi melanda secara ganas. Saat ini boat publik yang menjadi sarana penyebrangan bisa jalan sekitar 10 kapal dalam sehari bolak-balik. Pada saat covid lalu, penyebrangan turun drastis kapal yang jalan hanya sebatas 3 sampai 4 kapal. Demikian pula dengan wisatawan jumlahnya dalam sehari saat ini mencapai ratusan orang.
“Kalau sekarang 100 orang ada. Alhamdulillah kita harap semakin ramai lagi, apalagi ini kan mau memasuki high season pada Agustus nanti,” pungkasnya.
Sementara itu, wisatawan asal Bandung Bonny Rahardian mengakui pemesanan tiket secara online ini dianggap memudahkan. Terlebih ia yang notabene merupakan orang luar tidak perlu lagi repot mengantre pun mengetahui kondisi yang ada di Pelabuhan Bangsal. Ia berharap supaya ke depan sistem ini bisa terus diterapkan disemua gili tidak hanya di Gili Trawangan saja.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Jadi lebih mudah, kita juga yang ke sini ndak perlu khawatir. Mudahan ke depan bisa diterapkan di semua gili,” ucapnya. (iko)
Editor: Lalu Habib Fadli






