GerbangIndonesia, Lotim – Belasan ribu vaksin Covid-19 di Lombok Timur memasuki masa kadaluarsa. Hal tersebut dikarenakan batas kadaluarsa yang telah ditentukan terlalu singkat sejak dikirim ke Lotim.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Totwlnya ada 18.400 dosis. Vaksin tersebut didistribusikan ke Lotim pada 10 hari sebelum masa kadaluarsa. Belum sempat terdistribusikan ke masyarakat, keburu kadaluarsa duluan,” ujar Kepala SIKB Dikes Lotim, Sinawan, Selasa (14/2/2022).
Meski demikian kata Sinawan, capaian vaksinasi anak di Lotim tergolong tinggi. Ditambah lagi capaian vaksinasi dosis pertama dan kedua juga sangat tinggi. Sehingga untuk menghabiskan belasan vaksin tersebut menurutnya sangat sulit untuk dilakukan.
Selain itu, saat ini Dikes Lotim juga tengah mengejar capaian vaksinasi dosis ketiga dan vaksinasi Bulan Imunisasi Nasional (BIAN), sehingga untuk mendapatkan sasaran dosis pertama dan kedua diakui sangat sulit.
“Jadi memang kita kesulitan, apalagi sasaran vaksinasi dosis satu dan dua sudah cukup sulit kita dapatkan karena sudah tinggi capaiannya,” sebut Sinawan.
Disebutkan pula, jumlah vaksin yang ada di Lotim saat ini berjumlah 30.735 dosis. 26.991 dosis dengan merek Sinovac dan 3.775 merek Moderna.
“Nanti vaksin yang kadaluarsa akan dikembalikan ke Provinsi, karena kita dapatkan dari sana,” sebutnya.
Untuk diketahui, Vaksin Sinovac tersebut didistribusikan ke Lotim pada pertengahan Mei lalu. Sementara adanya edaran yang memperbolehkan vaksin Sinovac menjadi vaksin Booster keluar pada tanggal 27 Mei.
Baca Juga: Heboh Daftar Tunggu Haji Indonesia, Daftar Sekarang Berangkatnya 97 Tahun Lagi
Adapun vaksin-vaksin tersebut sebenarnya sudah ditolak oleh pihak Dikes Lotim sendiri, mengingat masa kadaluarsa yang sangat singkat. Namun karena sudah menjadi jatahnya Kabupaten Lotim dari pusat, sehingga vaksin tersebut terpaksa diambil. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







