Ketua panitia dan sekertaris panitia Tunggal Galih Cup. FOTO SUPARDI/ GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Tim begasingan Tunggal Galih akan mengadakan turnamen begasingan se-Pulau Lombok. Turnamen Begasingan Tunggal Galih Cup tersebut digelar di lingkungan Batu Mulut Kelurahan Denggen, Kecamatan Selong, Lombok Timur.

Baca Juga: Pemilihan DPD RI Dapil NTB 2024, Pendatang Baru Berpotensi Tumbangkan Petahana

Ketua Panitia Lalu Guruh Aprianto menyebutkan, tournamen begasingan tunggal galih cup tersebut digelar dalam rangka memriahkan HUT Republik Indonesia yang ke-77 tahun sekaligus untuk melestarikan budaya Lombok.

“Tournamen ini dalam rangka memeriahkan HUT RI sekaligus untuk melestarikan budaya kita juga untuk menyambung tali silaturahmi,” jelasnya saat ditemui di Selong, Senin (18/7).

Tournamen tersebut kata dia, akan berjalan selama dua bulan. Mulai tanggal 22 Agustus sampai dengan tanggal 22 Oktober mendatang. Sementara jumlah tim yang akan mengikuti turnamen begasingan itu diperkirakan sekitar 40 tim begasingan yang tersebar di pulauy Lombok.

Kata dia, tournamen begasingan itu nantinya akan menggunakan sistem kompetisi penuh yang akan dibagi menjadi empat pool. Sehingga masing-masing pool akan mengeluarkan empat tim juara untuk masuk ke babak 16 besar.

“Masing-masing pool nanti akan menghadirkan empat tim juara dan itu yang kanasuk ke babak selanjutnya,” katanya.

Disebutkan, persyaratan untuk bisa mengikuti tournamen itu yang paling utama ialah harus memiliki tim begasingan yang berjumlah minimal 10 orang. Kurang dari itu tidak bisa ikut serta dalam tournamen.

Selain itu, membayar uang pendaftaran sebesar Rp 500 ribu per tim, berat gasing maksimal 2,3 kilogram untuk atas dan 2 kilo untuk bawah dan peserta tournamen harus memakai pakaian adat Sasak saat tournamen berlangsung.

“Acara ini sekaligus sebagai cara kita untuk melestarikan dan mepertahankan adat begasingan ini agar tetap eksis dan yang paling utama itu menjaga silaturahmi antar penghobi begasingan. Sebab begasingan hampir di setiap kecamatan sudah ada,” katanya.

Dirinya berharap pemerintah daerah bisa memasukkan begasingan ini dalam kalender event dan diakui sebagi adat kebudayan yang ada di Lombok sebagaimana budaya peresean.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun

“Kita juga harap agar pemerintah membuatkan kita tempat khusus untuk bermain begasingan ini,” tutupnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here