Bupati Lotim HM Sukiman Azmy saat memberikan sambutan pada acara serah terima santri baru di Ponpes Tajul Karomah Karya Husada Rakam. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menghadiri serah terima santri baru di Pondok Pesantren Tajul Karomah Karya Husada Rakam, Kecamatan Selong Lombok Timur, Rabu (24/8).

Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun

Dalam sambutannya, H Sukiman menyampaikan bahwa hidup manusia terdiri dari tiga fase yakni fase masa lalu, fase masa kini dan fase masa yang akan datang.

“Fase masa lalu ialah fase dimana waktu yang terjadi hanya sekali dan tidak akan dapat diulang kembali seumur hidup,” jelasnya.

Disebutkan, fase selanjutnya ialah fase masa kini dimana apa yang kita dapatkan hari ini merupakan hasil dari jerih payah kita pada masa lalu. Selanjutnya fase masa yang akan datang yang hanya bisa direncanakan tapi hanya Allah yang menentukan dan juga hasil dari jerih payah yang telah dilakukan pada masa lalu dan masa kini.

“Tiga fase tersebut merupakan satu kesatuan yang tak dapat terpisahkan,” ucapnya.

Di hadapan para santri ia menceritakan masa kecilnya dahulu saat masih mengenyam pendidikan di bangku Madrasah selama 6 tahun di Pancor. Ketika itu ia berjalan kaki dari rumah ke Pancor sambil membawa kitab tebal. Kondisi tersebut berbeda dengan saat ini di mana sudah tersedia fasilitas dan kemajuan teknologi.

Ia juga menyampaikan menurut para ahli pondok pesantren disebut sebagai lembaga pendidikan yang paling baik dan dikatakan berhasil. Keberhasiln itu karena pondok pesantren berhasil memadukan unsur dunia dan akhirat secara berimbang.

Ia berharap kepada orang tua yang menyerahkan anaknya di pondok pesantren, agar tidak ragu dan khawatir.

“Yakinlah bahwa anak kita akan dibimbing untuk menjadi anak yang sholeh dan sholehah, berbakti kepada orang tua, nusa dan bangsa, serta mencapai derajat kemuliaan takwa di sisi Allah SWT,” pesannya.

Dalam kesempatan itu pula Bupati juga mengutip potongan sajak dari Kahlil Gribran yang mengatakan Putramu bukanlah putramu, dia adalah putra-putri kehidupan, kau adalah busur yang meluncurkan anak-anakmu sebagai panah kehidupan, engkau adalah busur tempat asal anak panah kehidupan putra-putrimu melesat jauh ke depan.

Rangakian kata tersebut mengingatkan bahwa masa depan anak tidak dapat diramalkan, sehingga tugas pokok anak-anak saat ini menyiapkan diri untuk menjemput masa depan yang lebih baik, di sisi lain tugas orang tua adalah untuk menyiapkan anaknya agar dapat menjemput masa depan itu dengan baik.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Mendatangkan MotoGP Kembali ke Indonesia, Setelah Absen 25 Tahun

“Kami berharap kepada para santri untuk membulatkan niat dan tekad, menggantungkan cita-cita setinggi langit lalu berikhtihar berjuang untuk menggapainya agar apa yang diinginkan dapat tercapai,” pungkasnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here