GerbangIndonesia, Lotim – Ratusan mahasiswa dari pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpinanan Mahasiswa Islam (HMI) Lombok Timur, kembali menggedor kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim, untuk menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Baca Juga:Geser Tiang Listrik Dikenai Rp 74 Juta Lebih, PLN UID Bali Angkat Bicara
Korlap Aksi, Sigit Bahtiar menyampaikan bahwa kenaikan harga BBM ini sangat menyusahkan dan memberatkan masyarakat. Sehingga kebijakan itu dinilai sebagai kebijakan yang salah dan tidak pro terhadap rakyat.
“Ini kebijakan yang sangat menyengsarakan rakyat dan menyusahkan rakyat. Dengan naikanya harga BBM ini otomatis akan berdampak kepada semua sektor,” ungkapnya dalam orasinya, Rabu (07/09).
Dengan naiknya harga BBM ini kata dia, akan berimbas kepada harga bahan pokok lainnya. Seperti beras, gula, minyak dan bahan pokok lainnya. Sehingga hal itu dapat memberatkan ibu-ibu rumah tangga, mengingat masyarakat pengguna BBM bersubsidi ini kebanyakan dari golongan kelas ekonomi menengah ke bawah.
Dalam kesempatan itu ia juga menyebutkan DPRD sebagai wakil rakyat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat ke pemerintah pusat saat ini dinilai tidak dijalankan sebagaimana mestinya.
“Dewan hanya sibuk mengurus isi perutnya saja, sehingga lupa dengan tugasnya untuk sebagai penyambung lidah rakyat. Jika tugasnya sudah dijalankan, maka tidak mungkin harga BBM ini akan naik,” teriaknya.
Disebutkan, kenaikan harga BBM ini bukan sebagai solusi untuk masyarakat. Akan tepi sebagai beban dan maslah besar di tengah masyarakat. Saat ini perekonomian masyarakat mulai bangkit setelah Pandemi Covid-19, namun pemerintah kembali menaikkan harga BBM yang dinilai menyusahkan masyarakat.
Ia menekankan agar DPRD Lotim segera merespons tuntutan massa aksi untuk diteruskan kepada pemerintah pusat agar harga BBM dikembalikan seperti semula.
Adapun sebelum masa aksi ditemui oleh Ketua DPRD Lotim massa aksi sempat membakar tiga buah ban mobil bekas di depan gerbang kantor DPRD Lotim sebagai bentuk perlawanan.
Sementara itu Ketua DPRD Lotim, Murnan yang menemui massa aksi menyampaikan akan langsung bersurat untuk meneruskan aspirasi massa aksi ke pemerintah pusat.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
Dalam kesempatan itu, massa aksi bersama DPRD Lotim mendeklarasikan penolakan terhadap kenaikan harga BBM. Adapun isi kesepakatan tersebut ialah bahwa PMII dan HMI bersama DPRD Lotim sepakat untuk menolak secara tegas kenaikan harga BBM bersubsidi. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli






