
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) boleh berbangga, sebab realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik yang dikelola tahun ini capaiannya tertinggi diseluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Bukan tanpa sebab, perencanaan yang matang serta komitmen untuk cepat mengerjakan program dirasa menjadi salah satu tolak ukur. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Pebendaharaan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) KLU Juan Carlos, Rabu (12/10).
Menurutnya, berdasarkan rilis dari Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara (KPPN) untuk realisasi DAK fisik tanggal 5 Oktober 2022 Lombok Utara diperingkat persentasenya tercatat 90,29 persen. Pengelolaan anggaran DAK yang berada disejumlah dinas yaitu Dikbudpora, Disperindagkop, Dinas LH, Dikes, serta RSUD, dan OPD lain rata-rata sudah mencapai 90 persen lebih ini menyebabkan angka realisasi secara umum menjadi tinggi.
“Kami mengapresiasi lah teman-teman OPD ini terutama PPK karenq begitu ketat untuk mengawal proses dan tercatat ada sekitar 42 kegiatan,” ungkapnya.
Dijelakan, dari total anggaran DAK yang diterima oleh daerah tahun ini berjumlah Rp 103.603.642.000 realisasinya sudah sekitar Rp 93.542.538.920 dengan persentase 90,29 persen.
Pihaknya menyakini hingga akhir tahun nanti persentase tersebut akan terus naik sehingga posisi pertama Lombok Utara yang dirilis KPPN tersebut bisa terus dipertahankan. Sebab ketika realisasi justru rendah, maka pusat tidak segan akan memberikan punishment yang dirasa sangat berat.
“Pusat pasti ada sanksi ketika realisasi ini rendah dan punishmentnya berat. Kalau penyebab realisasi rendah biasanya ada di OPD teknis yang tidak siap melaksanakan program,” jelasnya.
“Biasanya realisasi rendah ini ditenggarai dari kontrak kerja, sampai lama ditander. Tapi untungnya kami di Lombok Utara bisa cepat selesaikan itu sehingga ini adalah suatu prestasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekban BKAD Lombok Utara, Malasiswadi mengatakan, pihaknya melihat jika seluruh OPD sangat konsisten dengan progres persiapan ini sehingga realisasi serapan anggarannya pun cukup tinggi.
Untuk menduduki peringkat pertama diseluruh Indonesia memang tidak mudah, karena daerah lain pun tengah berpacu dalam melaksanakan kegiatan fisik yang bersumber dari pemerintah pusat. Jika dibandingkan tahun sebelumnya realisasi ini tinggi karena ditahun sebelumnya piur DAK non fisik saja yang rupanya agak menurun.
“Sebab di tahun sebelumnya OPD intensi menyiapkan kriteria, begitu lengkapi beberapa persyaratan OPD langsung lakukan komunikasi dengan pusat sehingga menemukan kesepakatan. Pelaksanaan di tahun ini kelengkapan sampai bulan Juli setelah ada laporan kontrak, pusat langsung mentransferkan anggaran DAK itu,” katanya.
Untuk progres dilapangan saat ini, disebutkan OPD teknis yang lebih memahami mengenai detail pekerjaan tersebut. Sebab pihaknya di BKAD hanya sebatas menerima laporan, pada akhirnya Mala mengakui akan mengawal terus realisasi ini hingga Desember nanti sehingga persentase itu bisa terus meningkat.
Demikian dengan reward, manakala realisasi DAK fisik KLU terbaik se-Indonesia tentu penghargaan itu ada pihaknya berharap pusat bisa menimbang supaya tahun depan alokasi anggaran dari sumber tersebut bisa lebih besar ketimbang tahun ini.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Nanti akhirnya kita lihat di Desember kita optimis kalau tahun lalu sisa DAK lebih banyak ke non fisik, kalau fisik sudah terealisasi semua. Kemungkinan itu jadi reward karena kami ini bagian dari penilaian pusat dalam pelaksanaan DAK fisik kami harap bisa mendapat hasil yang baik dengan realisasi yang tinggi,” pungkasnya.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli







