
Gerbangindonesia, Lombok Utara – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) menyerahkan pungutan retribusi masuk kawasan tiga gili (Trawangan, Meno, dan Air) ke Koperasi Karya Bahari (KKB).
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Rapat persetujuan detail kontrak masih dalam pemabahasan antara pihak terkait yang di pimpin Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda KLU H. Rusdi di Aula Kantor KKB, Kamis (13/10).
Diungkapkan Kepala Bidang Destinasi Dispar Lombok Utara I Wayan Subade, terjalinnya kerjasama ini akan berdampak signifikan dalam rangka mendongkrak retribusi jasa masuk kawasan pariwisata. Pasalnya, selama ini kaitan retribusi wisata ini belum tergarap maksimal sehingga dibutuhkan pengelolaan khusus kaitannya di tiga gili. Sejumlah kesepakatan masih dalam pembahasan nantinya setelah beberapa klausul sudah disetujui bersama baru KKB akan mulai action demikian dinas menarik tenaga yang sudah ditempatkan di pulau.
“Soal persentase itu kami masih belum berani bicara karena ini masih dibahas. Yang jelas bagaimana semua pihak ini bisa membantu meningkatkan PAD kita,” ungkapnya.
Dijelaskan, sebelum mengandeng KKB dinas mencoba memungut sendiri dan sudah berjalan beberapa minggu. Kendati saat ini kerjasama dengan KKB merupakan opsi yang paling ideal dari sisi tenaga dan aturan sebagainaya.
Subade menyebut, awalnya sebelum komunikasi secara emosional dengan KKB Dispar menghubungi pelaku usaha kapal cepat untuk membangun pola kerjasama. Kendati dalam komunikasi dengan kapal cepat ada deadlock dan tidak ditemukan win-win solusi sehingga mengandeng koperasi merupakan pilihan yang tersedia untuk sekarang.
“Akhirnya kita cari solusi lain, mereka (KKB) siap kerjasama katakanlah menambah retribusi daerah. Nanti rentan waktunya kapan mulai kita lihat setelah tanggal 15 Oktober ini, untuk persentase nanti akan dibayar usai target retribusu tercapai, mungkin persentasenya Bapenda yang lebih tahu,” jelasnya.
“Ini nanti setelah dipungut setiap hari langsung disetorkan ke kas daerah jadi kita tidak simpan uang itu. Yang jelas untuk menambah PAD kita,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua KKB Sabarudin mengatakan kerjasama ini disambut baik oleh kedua belah pihak. Dirinya selaku pihak kedua siap untuk melaksanakan pungutan penarikan retribusi masuk tiga gili tersebut. Nantinya akan ditempatkan dua orang dimasing-masing gili sehingga dari pendataan dan target diharap bisa maksimal. Untuk kejelasan menyangkut pembagian dan sebagainya pihaknya masih mengikuti jalannya pembahasan sebelum nantinya kesepakatan yang sudah terjalin akan tertuang dalam berita acara.
“Kalau dari Karya Bahari kira utamakan pendapatan daerah dulu. Kita sudah minta tadi 40 persen tapi Dispar tidak berani mengiyakan, cuma ada aturan nanti setelah target tercapai itu Bapenda yang atur,” katanya.
Koperasi akan menyediakan pegawai khusus dan akan ditanggung pihaknya, pemda dalam hal ini dispar tidak perlu repot-repot hanya tinggal melakukan pengawasan dan evaluasi. Terlebih, pemda sudah mengatur pintu masuk kaitan para tamu dari Bali akan turun di dermaga, sementara yang akan keluar dari gili ke Bangsal bakal diakomodir oleh publik boat milik KKB.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Pemda sudah bantu kami, jadi kami giliran yang membantu pemda. Yang jelas kami akan kerja dulu hasilnya nanti kita lihat,” pungkasnya.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli






