Bupati Lotim H M Sukiman Azmy. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Dana Tak Terduga (DTT) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur semakin menipis. Kini dana tersebut tersisa hanya Rp 2,6 miliar. Hal itu diungkapkan oleh Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy saat ditemui di Selong, Kamis (3/11).

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

“DTT kita saat ini tersisa hanya sebesar Rp 2,6 miliar saja,” ucapnya.

Kata dia, DTT tersebut lebih banyak digunakan untuk memperbaiki memperbaiki sejumlah fasilitas umum rusak akibat bencana alam seperti banjir, longsor puting beliung yang terjadi beberapa waktu lalu yang masuk dalam skala prioritas.

Meski dana tersebut semakin menipis namun ia menyebut dana tersebut saat ini masih memiliki sisa. Sehingga dengan anggaran yang tersisa saat ini diharapkan bisa digunakan hingga akhirnya Desember.

“Mudah-mudahan yang tersisa ini bisa digunakan sampai Desember. Sebisa mungkin kita mengirit dana yang tersisa ini.
Semisal tanggul yang rusak jika dilihat dari sisi konstruksi, biayanya mencapai Rp 200 juta, maka kita gunakan Rp 100 juta. Sisanyakan swadaya masyarakat bergotong royong,” ujarnya.

Ia menilai besaran DTT Lotim sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah pekerjaan yang harus di biayai dari DTT, sehingga pada tahun anggaran 2023 mendatang Pemkab Lotim telah mengajukan DTT mencapai sebesar Rp 12 milir dan sudah dicantumkan dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS).

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Seharusnya dana tak terduga itu nilainya besar bila perlu Rp 100 miliar karena banyak hal yang yang harus kita biayai dan kita tangani dari DTT ini, terlebih banyaknya infrastruktur yang rusak akibat bencana ini,” pungkasnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here