Acara pemanfaatan potensi budaya desa ruang budaya dan sentra tenun gedongan di Desa Peringgasela Kecamatan Peringgasela. FOTO SUPARDI GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Pemerintah Desa (Pemdes) bersama pemuda Desa Peringgasela Kecamatan Peringgasela, menggelar acara pemanfaatan potensi budaya desa ruang budaya dan sentra tenun gedongan Peringgasela yang dirangkaikan dengan Talkshow dan pameran kain tenun khas Peringgasela.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

Panitia sekaligus pendamping Desa, Desa Peringgasela, Kuratul Aini Rikika menyampaikan desa Peringgasela tahun ini satu-satunya desa di Lombok Timur yang mendapatkan program pemanfaatan potensi budaya desa dari kementerian kebudayaan RI.

“Tahun lalau kami mendapat program sekolah tenun dan kegiatan ini merupakan aksinya dengan mengadakan kegitan Talkshow dan pameran kreasi kain tenun,” ungkapnya saat ditemui di sela kegiatannya, Kamis (17/11).

Materi talkshow yang diberikan ialah pengembangan produk-produk tenun, yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas para pengerajin untuk mengembangkan produk tenun dan menghasilkan karya-karya yang lebih banyak dan beragam. Sehingga produk tenun yang dipasarkan tidak hanya berbentuk lembaran kain saja.

Selain materi pengembangan produk, para pengerajin juga diberikan materi teknik marketing. Pemberian materi ini diharapakan para pengerajin tenun bisa memasarkan produk-produknya dengan baik agar lebih dikenal oleh pembeli baik pembeli lokal maupun manca negara.

“Karena yang sering menjadi kendala ini adalah promosinya, bagaimana cara promosi yang baik. Percuma saja buat kerajinan tenun tapi tidak bisa memasarkannya, percuma ada produk tapi tidak bisa memasarkannya. Kami juga mengatakan pameran kerajinan tenun untuk melihat produk unggulan dari masing-masing kelompok,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Peringgasela Mul’an berharap dengan terselenggaranya acar ini pemasaran produk kain tenun Peringgasela lebih baik lagi kedepannya. Sebab selama ini produk kain tenun Peringgasela terkendala di pemasaran.

“Memang banyak wisatawan yang datang ke Peringgasela ini dan mereka hanya melihat dan di pinggir-pinggir jalan atau galeri-galeri kecil saja, kami harap kedepan pemasarannya lebih baik lagi,” ungkapnya.

Hasil tenun Peringgasela diakuinya saat ini sudah menembus pasar internasional, namun produk-produk tersebut hanya di dapatkan saat Parawisatawan sedang berlibur ke Lombok saja. Kalau pun ada yang di ekspor jumlahnya belum begitu banyak.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

“Harapan kami produk tenun ini kedepannya tidak hanya bisa didapatkan saat tamu luar negeri ini berlibur ke Lombok, tapi bisa didapatkan kapan saja dan dimana saja, tanpa harus datang ke Peringgasela,” pungkasnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here