GerbangIndonesia, Lotim – Sejak Januari – November 2022, tercatat sebanyak 44 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) ditemukan di Kabupaten Lombok Timur. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H Fathurrahman.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
“Dari 44 kasus, 24 kasus HIV dan 20 kasus AIDS. RSUD Soedjono Selong telah menyiapkan ruangan khusus untuk perawatan pengidap HIV AIDS ini,” ungkapnya saat ditemui di Selong, Kamis (1/12).
Perawatan penyakit ini menurutnya tidak semudah perawatan penyakit-penyakit yang lain sehingga dalam penanganan dan pencegahan pihaknya telah bekerjasama dengan berbagai pihak, baik tim penjangkau dan yang intres terhadap penyakit ini.
Selain itu untuk melakukan pencegahan terhadap kasus ini, Dikes Lombok Timur juga rutin melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah, meski diakuinya tidak semua sekolah di Lombok Timur telah dimasuki namun hal itu akan terus dilakukan.
“Termasuk juga kami pernah melakukan pertemuan dengan Polres, Camat dan pihak lainnya untuk sosialisasi pencegahan HIV AIDS ini, karena untuk mengatasi penyakit ini kita harus lakukan secara bersama-sama,” terangnya.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
Disebutkan kelompok yang berisiko tinggi terkena penyakit in ialah pekerja seks komersial (PSK), lelaki seks lelaki (LSL), waria dan pengguna jarum suntik (penasun). Meski kasus HIV AIDS yang ditemukan di Lombok Timur cukup banyak, namun belum ada ditemukan pasien yang meninggal karena kasus ini. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







