
GerbangIndonesia, Lotim – Ratusan guru honorer yang berstatus prioritas 2 (P2) dan prioritas 3 (P3) di Lombok Timur melakukan hering di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur, Kamis (1/12). Aksi ini untuk meminta agar guru honorer yang berstatus P2 dan P3 bisa diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada rekrutmen tahun ini.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Koordinator guru honorer P2 dan P3 Lombok Timur, Sunarno menyampaikan sebanyak 2140 guru honorer yang berstatus P2 dan P3 di Lombok Timur tidak bisa terakomodir dalam perekrutan PPPK tahun ini. Sehingga ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur untuk menuntaskan guru honorer yang berstatus P2 dan P3.
“Kami minta kepada pemangku kebijakan di Kabupaten Lombok Timur untuk segera menuntaskan guru honorer yang berstatus P2 dan P3,” ungkapnya seusai hearing di DPRD Lombok Timur, Kamis (1/12).
Dikatakannya apaun regulasi yang akan di keluarkan oleh pemerintah baik pemerintah pusat maupun Pemkab Lombok Timur terkait persolan ini, Forum guru honorer P2 dan P3 akan terus dikawal sampai terealisasi.
“Insya Allah kami bersama teman P2 dan P3 akan terealisasi,” singkatnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur H Izuddin mengatkan saat ini kebutuhan guru di Lombok Timur saat ini belum bisa terpenuhi. Jumlah tenaga guru yang ada di Lombok Timur saat ini baru sekitar 5.125 orang semntara kebutuhan guru di Lombok Timur sebanyak 4.665 orang baru bisa dikatakan ideal.
“Sebenarnya kebutuhan kita hampir 9 ribuan, sehingga pada tahun yang akan datang kebutuhan tersebut bisa terpenuhi dengan mengakomodir guru honorer yang berstatus P2 dan P3 ini,” ungkapnya.
Ia mendorong agar pemerintah pusat bisa berkomitmen terhadap putusannya untuk bisa mengakomodir tenaga guru yang telah berstatus P2 dan P3.
Melihat masih banyaknya kebutuhan tenaga guru di Lombok Timur, menurutnya akan menjadi peluang bagi honorer yang berstatus P2 dan P3 untuk di angkat menjadi PPPK pada 2023 mendatang.
“Kalau saya bila perlu hari ini semuanya yang berjumlah 4.665 itu langsung diangkat, supaya kita tidak lagi memikirkan kekurangan guru, tapi kan kembali ke regulasi yang diputuskan oleh pemerintah pusat,” ucapnya.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
Dirinya berharap pada perekrutan PPPK tahun ini jumlah kouta yang diberikan oleh pemerintah pusat khususnya untuk tenaga guru sesuai dengan jumlah kebutuhan guru di Lombok Timur yakni sebanyak 4.665. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli






