Terlihat sejumlah wisatawan saat berada di dermaga Gili Trawangan. FOTO ANGGER RICO/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Sebagai daerah pariwisata cukup lumrah jika Kabupaten Lombok Utara (KLU) dikunjungi wisatawan. Pada tahun 2022 berjalan ini, angka kunjungan ke daerah berslogan Tioq Tata Tunaq ini tercatat sampai ratusan ribu orang. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Utara Fahman Toriki, Senin (12/12).

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Menurutnya, dari target yang dicanangkan dispar pada tahun ini sebesar 160 ribu kunjungan realisasi per bulan Oktober sudah mencapai 215.332 orang. Dari angka tersebut Tiga Gili (Trawangan, Meno, dan Air) masih menjadi primadona objek kunjungan uang didominasi oleh wistawan mancanegara (wisman) sementara wisatawan nusantara (wisnu) tercatat hanya 17 ribu orang saja.

“Di Trawangan misalnya jumlahnya sekitar 123 ribuan. Ini data Oktober karena November belum selesai di-input sementara Desember masih berjalan,” ungkapnya.

Mengacu data Dinas Pariwista, dari Januari sampai Oktober Kecamatan Tanjung di kunjungi wisnu sebanyak 2.379 orang, sementara wisman hanya 50 orang saja. Di Kecamatan Bayan wisman tercatat 398 orang, sementara wisnu 411 orang. Di Kecamatan Pemenang wisman sebanyak 4.726 dan wisnu sebesar 9.296 orang. Untuk di tiga gili, wisman Trawangan tercatat sebanyak 123.335 orang sementara wisnu 17.847 orang. Di Gili Meno wisman sebanyak 8.929 orang dan wisnu sebesar 985 orang. Terakhir di Gili Air wisman mendominasi sebesar 41.148 orang dan wisnu sebanyak 5.988 orang.

“Kebanyakan Eropa ya, seperti Jerman, Inggris, dan Belanda. Kalau Australia dia ke Bali, ini jadi PR bagaiamana menarik yang di Bali ke mari,” jelasnya.

Menimbang angka tersebut, pihaknya berasumsi jika data November dan Desember masuk kemungkinan angka kunjungan bisa berada di angka 250 ribu orang. Pasalnya, pada saat high season umumnya pertengahan tahun tiga gili nyaris dikunjungi 1.500 sampai 2.000 orang, ini diperkirakan akan naik lagi pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2023 mendatang. Menyangkut target tahun depan, fokusnya masih menyelesaikan data kunjungan tahun ini lebih dulu.

“Target kita selesaikan Desember dulu begitu ketemu angka sepanjang 2022 baru kita akan tentukan untuk tahun depan. Yang pasti bertambah karena kondisi pasca pandemi sudah berangsur pulih,” katanya.

Tantangan terbesar untuk pemasaran, bagaimana menarik wisatawan yang ada di tiga gili untuk berkunjung ke darat. Sehingga bisa terjadi pemerataan kunjungan tidak hanya dominan ke pulau saja. Fahman mengaku, belakangan hal itu sudah dilakukan ketika pada saat momen Maulid Adat Bayan, dan Festival Senaru. Di mana dinas bahkan menyediakan transportasi untuk membawa wisatawan demikian dengan hotel yang mempromosikan ke para tamu mereka.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Tentu itu jadi tantangan kita supaya tidak fokus di tiga gili saja. Tantangan lain soal anggaran karena sangat minim, padahal kita punya 700 hotel dengan kamar 6.000 jadi kita perlu tim untuk turun door to door,” pungkasnya.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here