GerbangIndonesia, Lotim – Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKIB) di Lombok Timur terbilang masih cukup tinggi. Hingga akhir tahun ini kasus kematian Ibu dan bayi tercatat sekitar 100 kasus.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H Pathurrahman menyampaikan, jumlah tersebut dinilai wajar mengingat jumlah penduduk di Lombok Timur paling banyak dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di NTB.
“Populasi penduduk kita kan paling banyak di NTB. Kalau dibandingkan dengan kabupaten lain AKIP kita memang masih tinggi,” terang Pathurrahman, Jumat (23/12).
Tingginya jumlah AKIB di Lombok Timur hanyalah satu perbandingan saja dengan kabupaten lainnya. Tapi secara rill, angka dan kasusnya terbilang mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut diakuinya tidak lepas dari ikhtiar dan upaya pencegahan yang dilakukan Pemkab Lombok Timur. Terutama penanganan dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak baik dari OPD terkait, kecamatan hingga pemerintah desa.
“Penanganan AKIB ini bukan lagi tugas dari Dinas Kesehatan saja, namun buruk kolaborasi bersama banyak pihak yang dilibatkan mulai dari pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa,” imbuhnya.
Dengan adanya kolaborasi ini, para pihak bisa bergerak cepat untuk membawa atau merujuk ibu-ibu yang kesulitan melahirkan ke puskesmas atau rumah sakit.
Ia mencontohkan, dulu banyak ibu-ibu yang melahirkan tidak mau dirujuk, sehingga ketika telat sampai rumah sakit dan ditangani mengakibatkan bayi itu meninggal.
“Tapi sekarang untuk merujuk ibu yang akan melahirkan menjadi tanggung jawab kita bersama. Entah itu aparat desa bahkan polisi dan TNI terkadang juga ikut andil untuk membantu,” bebernya.
Selain bekerjasama dengan pihak kecamatan dan desa, penaganan AKIP di Lombok Timur juga bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga kesehatan seperti UNICEF.
Peningkatan sarana layanan kesehatan juga merupakan bagian dari ikhtiar untuk menekan kasus AKIB di Lombok Timur. Hal terlihat dengan dibangunnya rumah sakit Ibu dan Anak di RSUD Selong, rumah sakit Keruak, Labuhan Haji, termasuk
dengan dibangunnya rumah sakit Suela dan di tahun mendatang kembali akan dibangun rumah sakit Masbagik.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Kematian ibu dan bayi salah satunya disebabkan karena kurangnya akses layanan kesehatan, sehingga kami berharap harap dengan adanya penambahan akses layanan kesehatan ini bisa menekan kasus kematian Ibu dan bayi di Lombok Timur,” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







