Abrasi akibat cuaca buruk di Gili Air beberapa waktu lalu tengah mengancam. FOTO IST/GERBANG INDONESIA

Gerbangindonesia, Lombok Utara – Cuaca buruk yang melanda Lombok Utara secara umum, rupanya juga berimbas pada kawasan wisata tiga gili. Bahkan akibat cuaca itu ketiga pulau tersebut dihantam abrasi parah hingga mengakibatkan terputusnya sejumlah jalan di sana. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Desa Gili Indah, Wardana, Senin (26/12).

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Menurutnya, dari tiga dusun yaitu Trawangan, Meno, dan Air rata-rata terkena imbas abrasi. Khususnya pada wilayah dermaga di Gili Air hingga ke arah timur serta Gili Trawangan bagian utara. Hal ini sudah dilaporkan pihak desa ke pemerintah daerah dalam hal ini BPBD Lombok Utara, PUPR, serta ke Pemerintah Provinsi NTB.

“Rata-rata abrasi ada di beberapa titik kami sudah laporkan kerusakannya ke daerah dan provinsi. Kami harap ada solusi secepatnya,” ungkap Kades.

Wardana mengatakan, pihak desa tidak berdaya menangani masalah abrasi tersebut lantaran keterbatasan anggaran, demikian dengan sisa waktu akhir tahun yang dirasa tidak memungkinkan tereksekusi. Oleh karena itu, solusi yang paling ideal yaitu entah digunakan penanganan seperti apa oleh pemda dan pemprov. Sebab menurutnya, abrasi ini jika tidak bisa segera ditangani akan mengancam kawasan penduduk di ketiga pulau.

“Entah bagaimana polanya atau dibuat tanggul atau bagaimana kita harap ada solusi. Karena APBDes kami jelas tidak mampu, maka dari itu kita sudah bersurat,” katanya.

“Di BWS sendiri sedang melakukan kajian pola apa yang pas digunakan untuk menangani abrasi di gili ini. Estimasi anggaran yang dibutuhkan Rp 360 miliar, tapi kita belum tahu apakah anggaran itu disetujui atau tidak,” imbubnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR KLU, Kahar Rizal menanggapi abrasi di gili menjelaskan, Survey Investigasi Design (SID) untuk abrasi di Gili Tramena sudah dibuatkan Balai Wilayah Sungai (BWS). Pihaknya kini tengah menunggu program penanganan konstruksinya dengan menggunakan anggaran pusat melalui BWS.

“Kita menunggu program penanganan konstruksinya dengan anggaran pusat melalui BWS,” jelasnya.

Kahar menilai, APBD KLU tahun anggaran 2023 belum menganggarkan untuk penanganan abrasi. Hal ini lantaran biaya yang dibutuhkan sangat besar dan APBD KLU tidak bisa mengcover itu. Terkait penanganan sementara mengingat adanya aktivitas perayaan malam tahun baru di pulau tersebut, Kahar mengaku pihaknya akan berkoordinasi dengan BWS mengenai hal itu.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Makanya kita sedang dorong melalui BWS,” pungkasnya.(iko)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here