
GerbangIndonesia, Lotim – Pada tahun 2023 ini Kabupaten Lombok Timur telah menjadi zona hijau dengan kasus tidak adanya laporan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Disnakeswan Lombok Timur, drh Hultatang menyampaikan sejak bulan November 2022 lalu, kasus PMK di Lombok Timur sudah tidak terlaporkan lagi adanya kasus PMK.
“Petugas kami sudah tidak ada yang melapor, tapi bukan berarti tidak mau melapor tapi karena memang sudah tidak ada kasus PMK yang dilaporkan. Sehingga kalau kategori zona kita ini sudah zona hijau,” terang Hultatang saat ditemui di ruangannya, Jumat (6/1).
Tidak adanya laporan PMK di Lombok Timur kata dia, bukan berarti akan menjadikan Lombok Timur sudah bebas dari PMK. Untuk bisa bebas dari PMK diakui butuh proses lama mulai dengan pemberian vaksinasi pertama, kedua dan vaksinasi booster selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan ternak tersebut betul-betul sudah bebas dari virus PMK.
Setelah dilakukan uji laboratorium, selanjutnya akan dilakukan penilaian oleh pemerintah pusat apakah daerah Lombok Timur sudah bebas dari PMK. Tidak sampai disitu penilaian selanjutnya akan dilakukan oleh Office International des Epizooties (OIE) atau Organisasi Kesehatan Hewan Dunia.
“Jadi prosesnya itu masih panjang dan yang boleh mengatakan kita sudah bebas dari PMK itu adalah OIE sendiri, SMA kayak Covid-19 yangvboleh katakan daerah itu bebas Covid-19 hanya WHO,” terangnya.
Meski Lombok Timur telah memasuki zona hijau, namun sampai saat ini sapi dari Kabupaten Sumbawa belum bisa masuk ke Lombok Timur. Untuk penganan PMK selanjutnya pihaknya masih menunggu arahan dari pusat terkait penanganan PMK.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
Sepanjang tahun 2022 lalu kasus PMK di Lombok Timur tercatat sebanyak 23 kasus. Namun semua kasus tersebut sudah berhasil ditangani dan sudah disembuhkan. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







