Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, Izuddin. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Sebanyak 32 sekolah yang rusak akibat gempa bumi pada tahun 2018 lalu, sampai saat ini belum bisa direnovasi. Hal itu dikarenakan minimnya anggaran di daerah.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, Izuddin menyampaikan, untuk perbaikan sekolah itu saat ini pihaknya masih menunggu pokok pikiran (Pikir) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur.

“Tanggal 15 ini kita akan menerima seluruh sasaran Pokir dewan kita, karena memang itu yang bisa kita alokasikan untuk perbaikan sekolah yang rusak akibat gempa ini. Kami harap ada yang diarahkan ke sana, sisanya itu kita sesuaikan,” terang Izuddin saat dikonfirmasi, Rabu (11/1).

Jika tidak ada Pokir yang diarahkan untuk perbaikan sekolah tahun ini kata Izuddin, pihaknya akan mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur melalui anggarannya untuk menuntaskan sekolah yang terdampak bencana gempa.

Dari 32 sekolah dengan jumlah ruangan sebanyak 46 ruangan kondisinya rusak berat, sehingga harus dibangun ulang. Diperkirakan untuk pembanguana sekolah ini akan menghabiskan anggran sebesar Rp 23 miliar.

“Semuanya Rp 23 miliar. Setting anggaran dewan itu yang kita harapkan untuk dialokasikan ke sana (renovasi sekolah-Red), mudahan-mudahan ada rekan-rekan dewan yang juga mengalokasikan dana untuk sekolah yang terdampak gempa,” ujarnya.

Selain itu, saat ini pihaknya bersama BPBD Lombok Timur juga tengah menunggu realisasi anggran proposal yang telah diajukan kepada pemerintah pusat untuk perbaikan sekolah-sekolah terdampak gempa.

Menurutnya, Pokir dewan ini hanya sebagai langkah antisipasi jika proposal yang telah diajukan kepada pemerintah pusat tidak kunjung cair.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Tapi mudah-mudahan untuk menyelesaikan yang terdampak bencana,” tutupnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here