GerbangIndonesia, Lotim – Sepanjang tahun 2022 sampai awal Januari 2023 ini, tercatat sebanyak 15.445 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok Timur telah berangkat ke luar negeri.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur, Muhammad Hairi menyampaikan dari jumlah tersebut paling banyak didominasi oleh PMI dengan negara tujuan Malaysia. Selain itu pada bulan Januari ini juga terdapat sekitar 200 lebih CPMI asal Lombok Timur yang masih sedang menjalani proses untuk pemberangkatan ke Malaysia.
“Ada 2 PT yang bulan Januari ini akan mengirim anak buahnya ke Malaysia. Totalnya itu sekitar 200 orang, itu yang sedang medical dan menjalankan proses lainnya,” ungkap Hairi saat dikonfirmasi di Ruangannya, Jumat (13/1).
Dari 15 ribu lebih PMI yang telah berangkat sejak tahun 2022 sampai bulan awal bulan Januari ini, kata Hairi, hampir setengahnya berangkat dengan negara tujuan Malaysia.
Tingginya jumlah PMI yang berangkat ke Malaysia ini dikarenakan adanya program zero cost dari pemerintah. Dimana biaya pemberangkatan PMI akan ditanggung oleh negara tujuan.
“Nanti biayanya itu akan dicicil selama tiga bulan setelah mereka bekerja, makanya rame sekali yang berangkat dan yang mendaftar. Dari 15 ribu lebih yang sudah berangkat itu bisa kita katakan setengahnya itu ke Malaysia melalui program zero cost ini,” terangnya.
Selain itu, pada bulan Januari ini sebanyak 150 orang PMI sedang menunggu pemberangkatan dengan negara tujuan Jepang melalui program G To G antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jepang. 150 orang ini telah dinyatakan lulus baik secara administrasi maupun secara kesehatan.
Selain negara Malaysia dan Jepang, negara tujuan yang paling banyak dikunjungi oleh CPMI asal Lombok Timur tahun ini ialah negara Taiwan. Namun untuk sampai ke Taiwan diakuinya persyaratannya sedikit berat di bandingkan dengan negara-negara tujuan lainnya.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Untuk jumlah saya kurang inget. Tapi yang jelas setelah Malaysia, Taiwan yang banyak, tapi persyaratannya itu agak berat, sampai harus lihat Poto, lihat tampang dan wawancara. Tapi kalau sudah lewat persyaratan dia terjamin karena penggajiannya lebih besar dari negara-negara lain,” tutupnya. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli







