Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy saat menghadiri Kick Off, Senin (30/01). FOTO IST/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Sebanyak 127 ekor sapi ternak di Lombok Timur yang mati akibat terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mendapatkan pengganti dari Kementerian Pertanian Melalui Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menyampaikan, dari dari 132 jumlah sapi ternak yang mati akibat PMK di Lombok Timur, yang dapat pengganti hanya sebanyak 127 ekor saja. Sementara untuk 5 ekor sapi lainnya akan diberikan pengganti oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur.

“Untuk 5 peternak yang tidak bisa mendapatkan bantuan dari Kementerian, Pemda Lombok Timur siap memberikan dana penggantiannya dengan catatan sapinya benar-benar terbukti mati karena PMK,” terang Sukiman, pada pra acara kick off vaksinasi PMK 2023 di Desa Pengadangan, Senin (30/1).

Diharapakan para peternak yang mendapatkan pengganti tersebut bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dengan membeli sapi kembali, bukan malah membeli yang lain, terlebih kondisi PMK di NTB khususnya di Lombok Timur sudah tidak ditemukan lagi.

Selain itu, hal yang paling penting ialah melakukan vaksinasi terhadap sapi ternak untuk mencegah adanya sapi yang terjangkit virus PMK kembali.

“Vaksinasi PMK ini bisa mencegah terjangkitnya sapi ternak jadi vaksinasi ini sama pentingnya dengan vaksinasi Covid-19 pada manusia,” ungkapnya.

Disebutkan pelaksanaan vaksinasi sapi ternak di Lombok Timur menghadapi sejumlah kendala. Diantaranya ialah pelaksanaan vaksinasi dilakukan dari rumah ke rumah dan banyaknya pernak yang menolak sapinya untuk divaksin dengan berbagai alasan seperti sapi bunting.

Selain itu, kendala lainya untuk pemberian vaksinasi ialah banyaknya peternakan yang menggunakan sistem peternakan dengan melepas sapi di savana di sejumlah perbukitan, seperti yang ada di Kecamatan Sembalun dan Sambelia. Sehingga hal menyebabkan tim vaksinator kesulitan untuk menjangkau lokasi pemeliharaan sapi.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Kami berharap tahun 2023 ini, target 160 ribu lebih sapi untuk divaksinasi dapat terpenuhi semuanya, dalam rangka pengendalian dan penanggulangan PMK secara nasional,” tegas Sukiman. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here