
GerbangIndonesia, Mataram – Anggota DPRD NTB, Achmad Puaddi akhirnya memberikan klarifikasi terkait pemasangan jaket Partai NasDem kepada saudara kandungnya, yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Yayasan Attohiriyah Alfadiliyah (Yatofa) Bodak Lombok Tengah, TGH Fadil Thohir atau akrab dipanggil Datoq Fadil pada Senin (30/01/2023). Politisi Partai Golkar ini membenarkan jika kakaknya TGH Fadil Thohir bergabung ke Partai NasDem, namun bukan berarti dirinya akan ikut meninggalkan Partai Golkar yang telah lama membesarkan dirinya selama puluhan tahun.
Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika
“Keputusan TGH Fadil merupakan hak politiknya. Apa dasarnya Yatofa akan diidentikkan sebagai NasDem,” tanya Achmad Puaddi.
Dirinya menegaskan bahwa saat ini merupakan anggota DPRD NTB Fraksi Golkar. Begitu juga dengan mantan Bupati Lombok Tengah H Moh. Suhaili FT hingga kini masih setia di Partai Golkar. Begitupun dengan Humaidi yang saat ini menjadi Ketua DPD Golkar Lombok Tengah.
“Artinya secara de facto kami di pengurus Golkar. Saya dan Abah Uhel hari ini masih di Golkar dan akan tetap istiqomah di Golkar. Saya juga nyaleg 2024 di Golkar,” tegasnya lagi.
Ketua Komisi IV DPRD NTB itu justru melihat hal yang berbeda dalam silaturahmi kebangsaan Bakal Calon (Balon) Presiden dari Partai NasDem, Anies Rasyid Baswedan, di Yatofa Bodak, Senin (30/1/2023) kemarin.
Puaddi justru melihat bahwa Yatofa tengah dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang memiliki kepentingan dalam perebutan kursi Partai NasDem di NTB.
Tidak hanya itu, berdasarkan informasi yang didapatkannya, Puadi justru bertanya ketika melihat adanya upaya pemaksaan pada saat pemasangan jaket NasDem ke TGH Fadli saat silaturahmi kebangsaan Anies Baswedan.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Satu hal yang saya tidak sreg, sepertinya ada pemaksaan,” ketusnya. (*)
Editor: Lalu Habib Fadli







