H Supardi, Kadis DLHK Lombok Timur. FOTO SUPARDI/GERBANG INDONESIA

GerbangIndonesia, Lotim – Dinas Lingkungan Hidup dan kebersihan (DLHK) Lombok Timur mengajukan penyesuaian atau penambahan tarif retribusi sampah rumah tangga dan sampah pedagang di bawah naungan DLHK. Sebab tarif retribusi sampah saat ini dinilai sangat minim.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Awalnya Bersaing dengan Meksiko dan Brazil, ITDC: Ezpeleta Pilih Mandalika

Kepala Dinas DLHK Lombok Timur, H Supardi menyampaikan, retribusi sampah rumah tangga yang ditarik sampai saat ini hanya Rp 7 ribu perbulan. Sehingga akan diajukan penyesuaian tarif menjadi Rp 10 ribu perbulan. Sementara untuk sampah pedagang, khususnya yang memiliki lapak akan dinaikkan menjadi Rp 5 ribu perhari dari sebelumnya Rp 4 ribu.

“Kalau pedagang ini kan ada dua macam, ada yang punya lapak dan tidak punya lapak atau tidak menetap. Nah yang tidak menetap ini kita tarik sekarang Rp 3 ribu sehari dan kita akan naikkan menjadi Rp 4ribu sehari,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (1/2/2023).

Besaran tarif retribusi sampah makin pedagang sampai saat ini masih menggunakan regulasi tahun 2010. Sehingga regulasi itu dinilai sudah terlalu lama dan sudah tidak sesuai dengan keadaan yang sekarang.

Disebutkan pula, biaya operasional pengangkutan sampah sangat membutuhkan biaya yang cukup besar. Ditambah lagi dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), sehingga jika tetap mengacu pada regulasi tahun 2010 itu tidak sesuai dengan keadaan saat ini.

Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB

“Keadaan tahun 2010 dengan tahun 2023 ini kan beda,” ungkapnya. (par)

Editor: Lalu Habib Fadli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here