GerbangIndonesia, Lotim – Lombok Timur menjadi salah satu sentra padi di Provinsi NTB. Hal itu terlihat dari keberhasilan Lombok Timur melaksanakan panen raya 1 juta hektare yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian RI secara serentak di 66 kabupaten di 10 provinsi.
Baca Juga: Isu Penculikan di Narmada Ternyata Hoaks, Polisi Sebut Penyebarnya Harus Ditangkap
Sekda Lombok Timur HM Juaini Taufiq menyampaikan bahwa hasil panen raya nusantara mencapai 5,98 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara 3,45 juta ton beras. Dari jumlah tersebut 1,45 juta ton beras siap pasok Bulog dan 2 juta ton beras akan dipasok ke pasar.
“Sementara luas panen padi di Lombok Timur pada Maret ini mencapai 20.162 hektare dengan produksi 112,907 ton setara beras 65.488 ton,” terang Juaini, Sabtu (18/03).
Mempertahankan kondisi tersebut dan menjamin pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di tahun-tahun mendatang, Pemda Lombok Timur telah menetapkan luas lahan pertanian pangan berkelanjutan, sekitar 35.436,21 hektare serta Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan seluas 6.092,61 hektare.
Selain bagian dari upaya mewujudkan swasembada, kebijakan itu juga guna menghindari alih fungsi lahan pertanian untuk kepentingan lain.
Pemerintah juga mendorong petani mengembangkan sistem pertanian ramah lingkungan, penggunaan pupuk kimiawi dan organik secara berimbang, memperbaiki dan meningkatkan kesuburan tanah, dan berbagai upaya lainnya, termasuk memperbaiki citra petani dan pertanian agar tetap diminati generasi muda.
“Selain pertanian, sektor peternakan juga mengambil juga memiliki peran yang sangat penting dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan. Salah satunya melalui peningkatan populasi dan kualitas ternak,” ujarnya.
Pada tahun 2023 ini, Lombok Timur menjadi penerima program sapi kerbau komoditas andalan negeri (Sikomandan) dengan target 45 ribu pelayanan IB dengan persentase kebuntingan ternak 80 persen. Program tersebut merupakan program prioritas nasional yang harus didukung dan sukseskan guna mempercepat target swasembada daging 2026.
Tidak ketinggalan peran Dinas Kelautan dan Perikanan Lotim yang tahun ini fokus pada peningkatan produksi, di antaranya melalui Kampung Lobster yang merupakan program prioritas pemerintah guna mendukung pembangunan ekonomi perikanan budidaya berbasis komoditas unggulan kawasan.
“Terkait Kampung Lobster, terdapat 8.838 petak Keramba Jaring Apung (KJA) yang dikelola 147 kelompok di desa Keruak dan Jerowaru,” sebutnya.
Selain itu, Dinas Kelautan dan Perikanan juga fokus pada program kampung nelayan maju (KALAJU) dengan lokus di desa Ekas Buana yang melibatkan berbagai OPD lintas sektor serta stakeholder lainnya.
Menutup sambutan, Kepada PPNI yang merayakan HUT ke-49 Sekda menyampaikan apresiasinya dan berharap PPNI menjadi organisasi profesi yang kokoh dan mandiri, serta mampu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dan anggotanya melalui sinergi dengan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
Sejalan dengan tema HUT PPNI ke-49, yaitu “Gapai Sejahtera dengan Profesionalisme”, Sekda berharap para perawat dapat meningkatkan kesejahteraan seiring peningkatan profesionalitas yang terus diperjuangkan. (par)
Editor: Lalu Habib Fadli








