Gerbangindonesia, Lorim – Di akhir kepemimpinan pasangan Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy dan H Rumaksi (Sukma), dinilai sudah banyak prestasi yang telah di capai, baik dari sisi bidang pendidikan, kesehatan dan bidang lainnya.
Baca Juga: Ditahan Soal Kasus Pasir Besi Lotim, Umaiyah: Kabid Minerba yang Harusnya Tersangka
Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy mengatakan sejak tahun 2019 sampai tahun 2023 ini Pemkab Lombok Timur bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur telah merumuskan APBD yang hasilnya dapat telah dirasakan oleh masyarakat Lombok Timur.
“Berbagai upaya telah kami lakukan di berbagai bidang, baik di bidang pendidikan, kesehatan dan bidang-bidang lainnya,” terang Sukiman, Senin (17/04/2023).
Dijelaskan kemajuan yang dirasakan oleh banyak masyarakat ialah pertama ialah pada bidang kesehatan, di mana pada tahun 2018 yang lalu, Lombok Timur hanya memikiki satu Rumah Sakit di Kota Selong dan hanya tipe C saja yakni RSUD dr. Raden Soedjono Selong.
Namun kata dia, pada tahun 2023 ini, Lombok Timur telah memiliki lima rumah sakit. Diantaranya rumah Tipe B di RSUD Selong, Puskesmas Tipe D Keruak, RSUD Labuhan Haji, Rumah sakit di Suela dan Masbagik yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.
“Dan banyak lagi pasilitas-pasilitas kesehatan yang telah kami benahi sejak tahun 2018 lalu,” ungkapnya.
Sementara itu, pada bidang pendidikan ia menjelaskan, Pemkab Lombok Timur telah berhasil menekan angka putus sekolah di Lombok Timur. Termasuk angka lama hidup di Lombok Timur juga dapat ditingkatkan.
Kondisi tersebut diakui menyebabkan IPM Lombok Timur tahun 2018 yang awalnya berada pada urutan 9 naik menjadi posisi ke 8tahun 2020. Setelah itu naik lagi menjadi urutan ke 7 dari 10 kabupaten/kota di NTB pada tahun 2022.
“Walaupun banyak prestasi yang telah ditorehkan oleh Lombok Timur, tapi masih ada sejumlah hal yang belum sepenuhnya tercapai,” paparnya.
Baca Juga: Isu Penculikan di Narmada Ternyata Hoaks, Polisi Sebut Penyebarnya Harus Ditangkap
Diakuinya pula, banyaknya janji yang belum tercapai ini salah satunya disebabkan karena terdampak oleh gempa bumi yang disusul oleh Pandemi Covid-19. Sehingga berbagai program prioritas harus tertunda karena anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19. (par)
Editor:Lalu Habib Fadli







