Gerbangindonesia, Lombok Utara – Penanganan Stunting tidak melulu soal pendampingan medis dan pemberdayaan melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT), melainkan pemenuhan kebutuhan dasar berbasis lingkungan yang bersih sehat dan berkualitas untuk masyarakat. Terhadap hal tersebut Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Penataan Kawasan dan Permukiman (PUPR- Perkim) menggelontorkan anggaran Miliaran Rupiah dalam bentuk program Sanitasi Berbasis Masyarkat (STBM) individual di 14 Desa yang tersebar di tiga kecamatan.
Baca Juga: Isu Penculikan di Narmada Ternyata Hoaks, Polisi Sebut Penyebarnya Harus Ditangkap
“Menu utama program sanitasi individual ini penanganan Stunting juga untuk memenuhi kebutuhan 5 pilar,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Perkim Harun Al Rasyid, Rabu (10/5)
Dijelaskan, dari 14 desa sasaran program tersebut antara lain 6 desa di kecamatan Bayan, 5 Desa di Kecamatan Kayangan, dan 2 Desa Kecamatan Pemenang. Program tersebut di prioritaskan pada desa yang memiliki angka Stunting cukup tinggi. Program STBM individual terbagi menjadi dua kategori yaitu STBM Individual Laik dan Aman. Untuk kategori STBM Laik dilengkapi dengan konstruksi MCK dan Kloset sementara STBM individual kategori Aman programnya hanya seputar melaksanakan pembuatan septic dan resapan saja.
“Karena programnya menu Stunting maka sasarannya tentu desa dengan angka Stunting cukup tinggi. Nah, pada program kita kali ini STBM kategori Aman pekerjaananya hanya septicteng dan serapan saja,” jelasnya.
“Bulan ini sudah mulai berproses, kita mulai dengan kesiapan KSM termasuk kesiapan penunjukan suplayer oleh mereka,” imbuhnya.
Program ini, lanjutnya, dikerjakan melalui mekanisme swakelola mulai dari kebutuhan material lokal hingga matrial fabrikasi sejenis septic dan pipa. Masing- masing KSM akan mengelola anggaran sebesar Rp 420 juta dengan cakupan sasaran minimal 50 Kepala Keluarga (KK). Alokasi anggaran tersebut nantinya diperuntukkan untuk pembelian beberapa item material seperti matrial lokal, fabrikasi, upah dan termasuk pelaporan dan evaluasi.
Baca Juga: Cerita Warga Berau Melepas Rindu Setelah 9 Tahun Menunggu Kedatangan TGB
“Nanti ada fasilitator yang akan mendampingi. Pos anggaran yang di kelola khusus oleh masing- masing KSM sebesar Rp 420 juta disetiap Desa sasaran,” pungkasnya.(iko)
Editor: Lalu Habib Fadli








