GerbangIdonesia, Mataram – Sejumlah aktivis di NTB kembali terbelah menanggapi berbagai program dan kebijakan Pemerintah Daerah maupun Perusahaan Daerah. Berita sebelumnya DSU meminta Perusahaan Daerah berpihak kepada perusahaan lokal dan kemudian di berita lainnya tetap mendukung kegiatan yang akan berjalan pada Perusahaan Daerah tersebut.
Baca Juga: Demi Indonesia Emas 2045, Kapolri Minta Serikat Mahasiswa Muslimin Ingat Soal Ini..
“Tapi saya tekankan lagi, kita sebagai aktivis atau politisi tidak boleh kehilangan objektivitas terhadap program atau kebijakan pemerintah, termasuk Perusahaan Daerah. Mana bagian yang harus kita dukung, dan mana bagian yang harus kita suarakan,” tegas Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, Rabu (23/05/2023).
DSU sapaannya menjelaskan, sikap subjektif itu sejatinya menghilangkan rasionalitas. Sehingga masyarakat cendrung tidak bisa melihat kebenaran.
“Oleh karena itu saya tidak mau terjebak dalam subjektifitas. Bahkan Bang Zul saja, saya pernah kritik dengan program industrialisasinya beberapa waktu lalu ketika itu tidak berjalan maksimal, dasar itu OPD melakukan perbaikan. Masih ada kok jejak digitalnya,” tukasnya.
Namun pada dasarnya, DSU mengajak rekan-rekan lainnya untuk tetap lantang menyuarakan aspirasi.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Disebut Bakal Punya Kekuatan Besar Jika Didampingi Sosok Ini di Pilpres 2024
“Pointnya saya tetap tidak ingin kehilangan objektifitas,” pungkasnya. (*)








